Jenderal Budiman membantah ada alasan politik atas pencopotannya dari Kasad. Budiman pun enggan menanggapi lebih dalam isu itu.
"Enggak ada masalah itu, enggak usah saya jelaskan itu, kalian lebih tahu, intinya tidak ada masalah. Yang penting sekarang dalam waktu terbatas saya harus menjaga keamanan pelaksanaan pilpres yang terbaik, itu saja," kata Jenderal Budiman di Mabes AD, Jl Veteran Jakarta Pusat, Selasa (22/7).
Budiman membantah jika pencopotannya tersebut atas sikapnya yang membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah. Dirinya bukanlah seorang prajurit yang mempunyai sifat pengkhianat.
"Tidak sama sekali, saya tidak pernah melakukan hal-hal itu. Saya adalah kesatria dan bukan tipe pengkhianat, saya hanya berjalan di garis yang lurus dan benar itu saja," terang dia.
Di samping itu, Budiman juga enggan mengungkapkan kapan pergantian resmi Kasad. Dia mengaku belum mendapatkan surat resmi dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
"Saya belum tahu apa-apa. Itu baru penyampaian Panglima TNI dan belum ada surat apa-apa, tidak tahulah pokoknya," pungkas dia.