Jangan sampai terorisme dijadikan proyek apalagi untuk pencitraan

Padahal menurut Tamliha, luas wilayah pencarian Santoso hanya sekitar 250 hektar.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Jangan sampai terorisme dijadikan proyek apalagi untuk pencitraan
Densus 88. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha mengungkapkan bahwa terorisme jangan dijadikan proyek. Sebab menurutnya gembong terduga teroris Santoso alias Abu Wardah harus segera ditangkap hidup-hidup."Jangan sampai muncul image bahwa Indonesia tidak bisa menyelesaikan terorisme. Atau bisa juga nanti orang beranggapan terorisme bisa dijadikan jadi semacam proyek. Jangan sampai ada kesan bahwa kelompok Santoso itu dipelihara," ujar Tamliha di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3). ‎Apalagi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah mengungkapkan bahwa Santoso terdaftar dalam Specially Designated Global Terrorists (SDGT).‎ Padahal menurut Tamliha, luas wilayah pencarian Santoso hanya sekitar 250 hektar. ‎"Itu kan memang desakan Komisi I pada panglima TNI untuk segera ikut terlibat menyelesaikan itu. Masak 40 orang tidak mampu diselesaikan sih," tuturnya. Bahkan Tamliha menyindir, jangan sampai pencarian Santoso digunakan untuk pencitraan. Dampaknya akan terus diulur-ulur tak kunjung diungkap siapa itu Santoso. "Kalau ini berhasil artinya kan Polisi tanpa dibackup TNI tidak bisa menangkap Santoso. Itu jangan sampai digunakan untuk pencitraan, diulur-ulur begini. Misalnya untuk menjegal Tito jadi Kapolri. Tito harus menunjukkan sebagai ahli doktor di bidang terorisme harus menyelesaikan masalah itu," pungkasnya.

Rekomendasi