Jalan rusak, 5 ibu di Batang terpaksa melahirkan di hutan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak di kawasan perbatasan Batang-Banjarnegara.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Jalan rusak, 5 ibu di Batang terpaksa melahirkan di hutan
Ganjar Pranowo coblos di TPS 2 Gajahmungkur. ©2014 merdeka.com/parwito

Ironis! Itulah satu kata yang bisa menggambarkan kondisi dan keadaan akibat rusaknya infrastruktur yang ada di perbatasan Batang-Banjarnegara, Jawa Tengah. Kerusakan jalan tidak hanya membuat perekonomian lumpuh namun juga mengakibatkan akses menuju puskesmas sulit. Walhasil, warga yang akan melahirkan memilih tinggal di rumahnya walaupun berada di tengah hutan.Jalan yang rusak itu berada di sepanjang perbatasan yang membelah hutan pinus dan kebun teh. Beberapa ibu-ibu yang tinggal di Desa Gelang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah terpaksa melahirkan di tengah hutan.Jarak tempuh antara permukiman warga dan Puskesmas sebenarnya tidak jauh, hanya 7 kilometer. Namun kondisinya berkelok-kelok dan naik turun dengan banyak lubang. Tercatat, sepanjang tahun 2013, sebanyak 5 ibu harus melahirkan bayinya di tengah hutan.Fakta itu diungkapkan oleh Narwoto, Kepala Desa Gelang, Kecamatan Blado saat menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di pinggir jalan saat melakukan inspeksi mendadak sepanjang jalan antara Kecamatan Bandar sampai Kecamatan Blado, Batang, Jawa Tengah."Jalannya sudah lama rusak Pak. Warga kalau apa-apa susah. Melahirkan saja susah. Sampai-sampai sepanjang tahun 2013 kemarin sebanyak 5 orang ibu-ibu terpaksa melahirkan di tengah hutan," ungkapnya dengan nada sedih kepada Ganjar, Rabu (16/4).Menjawab keluhan Narwoto, Ganjar menyatakan untuk ke depan dalam waktu setahun akan dilakukan perbaikan infrastruktur khususnya jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer yang rusak parah itu. Sehingga, bagi ibu-ibu yang melahirkan apabila kondisi jalan baik akan bisa cepat aksesnya menuju ke Puskesmas terdekat."Dalam waktu setahun ini kita kejar supaya jalan bisa dilakukan perbaikan. Jadi  ibu-ibu mau melahirkan bisa dirujuk dulu ke Puskesmas sebelum melahirkan," ungkap Ganjar.Ganjar juga meminta kepada Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo untuk melakukan percepatan proses pembangunan jalan alternatif yang berpotensi meningkatkan potensi perbaikan perekonomian antara dua kabupaten yaitu Kabupaten Batang dan Kabupaten Banjarnegara.Pemprov Jateng telah menyatakan akan membantu Pemkab Batang sebesar Rp 1,5 miliar guna perbaikan jalur alternatif Batang-Banjarnegara tersebut. Selain itu, meminta Bupati Batang untuk segera memasukkan anggaran itu di 2014 yang akan diketok palunya pada bulan Mei mendatang. Sehingga Dinas Bina Marga harus segera melakukan pengajuan pengerjaan jalan tersebut."Apa ini Rp 1,5 miliar atau Rp 3 miliar tidak masalah. Yang pasti out come perbaikan jalan ini jalur perekonomian hidup, masyarakat sejahtera. Anggaran tidak masalah. Ini hasil rapat kita dengan bupati-bupati untuk mendengar suara-suara mereka,"ungkap Ganjar kepada Bupati Batang Yoyok.Dari pemantauan merdeka.com di sepanjang jalan Batang-Banjarnegara selain membelah hutan pinus dan kebun the milik Perhutani.Selain itu, 80 persen kondisi jalan dalam keadaan rusak parah. Kecuali, beberapa jalan yang ada kebun teh sudah beraspal meski aspal dengan kualitas buruk. Selain itu, di sepanjang jalan terdapat tebing pada sisi kanan kiri jalan. Sehingga, bila hujan turun lebat, sangat berpotensi terjadinya longsor yang bisa mengakibatkan jalan putus.

Rekomendasi