Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini profil Dwikorita Karnawati, moderator debat cawapres

Ini profil Dwikorita Karnawati, moderator debat cawapres dwikorita karnawati. ©pasca.geologi.ugm.ac.id

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) telah menetapkan moderator debat calon wakil presiden adalah Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Dwikorita Karnawati. Debat akan dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (29/6).

"Moderator untuk debat keempat adalah seorang perempuan, dia menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dari UGM, namanya Dwikorita Karnawati," kata Komisioner Hadar Nafis Gumay kepada wartawan.

Sementara itu, terkait waktu pelaksanaan debat cawapres, KPU memundurkan jam dimulainya debat yang biasanya pukul 20.00 WIB menjadi pukul 20.30 WIB. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi peserta dan penonton debat untuk menjalankan ibadah salat tarawih di bulan Ramadan.

Di kalangan akademis, nama Dwikorita Karnawati sudah tak asing lagi. Dia meraih gelar S1 dari UGM, S2 dan S3 dari Leeds University, United of Kingdom.

Prestasi akademik Dwikorita juga diakui internasional. Sejumlah penghargaan dia peroleh, seperti The Young Academic Award dari World Bank (1997) serta Leverhulme Professorship Award, Institute for Advanced Studies, University of Bristol, Inggris (2003).

Dalam ajang Seleksi Nasional Akademisi Berprestasi tahun 2010 UGM, Dwikorita meraih Kepala Program Studi Berprestasi di tingkat Nasional.

Dikutip dari ugm.ac.id, selama ini Dwikorita banyak dikenal sebagai pakar sekaligus pengamat masalah kerentanan tanah akibat bahaya gempa bumi. Bahkan, ia sempat pula membuat semacam zona atau peta daerah Bantul yang rawan terhadap gempa bumi dan tingkat intensitas kerentanannya pasca gempa 27 Mei 2006 silam. Bersama suaminya Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Teknik UGM. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP