Hampir Sepekan Banjir di Sigi Sulteng, 230 Jiwa Mengungsi
Merdeka.com - Hampir sepekan banjir melanda wilayah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Sebanyak 70 KK terdampak dan 59 KK atau 230 warga di antaranya masih berada di pos pengungsian maupun rumah kerabat terdekat.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mencatat banjir menyebabkan 5 rumah rusak berat, 14 rumah rusak sedang, dan 49 rumah rusak ringan.
"Kerusakan juga berdampak pada tempat usaha di Pasar Uenuni sebanyak 50 unit," jelasnya melalui keterangan tertulis, Selasa (22/3).
Sedangkan pada sektor infrastruktur, kerusakan terjadi pada 2 unit jembatan, jalan desa rusak berat sepanjang 3 km, dan penangkap air rusak berat 1 unit serta jaringan pipa air bersih 100 meter. Selain itu, dilaporkan juga kerugian pada sektor perkebunan seluas 5 hektare lahan kebun yang terendam banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah dibantu dinas-dinas terkait memberikan pelayanan dasar kepada mereka yang mengungsi. BPBD juga mengoperasikan dapur untuk pelayanan makan dan minum warga. Di samping itu, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi bersiaga di 3 titik pengungsian.
Sungai Motou Meluap
Banjir melanda dua desa di Kabupaten Sigi sejak Kamis (17/3) pukul 19.00 WIB. Dua desa tersebut yakni Desa Uenuni dan Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo.
Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Kecamatan Palolo. Hujan deras memicu debit air Sungai Motou meluap.
Pada analisis inaRISK, Kecamatan Palolo termasuk 13 kecamatan di Kabupaten Sigi yang memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.
BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang lebih buruk. Prakiraan cuaca pada hari ini, Selasa (23/3), wilayah Palolo masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya