Gus Ipul sambut gembira tahun depan kuota haji Indonesia ditambah

Penambahan kuota haji untuk Indonesia ini makin mempersingkat daftar tunggu atau antre untuk bisa berhaji.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Gus Ipul sambut gembira tahun depan kuota haji Indonesia ditambah
Ilustrasi Haji. ©2016 Merdeka.com

Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf menyambut gembira kabar penambahan kuota haji mulai tahun depan. Sebab, dengan tambahan 10 ribu orang untuk Indonesia, bisa mempercepat antrean pemberangkatan ke Tanah Suci. Penambahan ini setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembicaraan dengan Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman bin Albdulaziz di Hangzhou, Tiongkok beberapa waktu lalu.‎Dari hasil pembicaraan itu Pemerintah Arab Saudi mau mengalihkan kuota jatah Negara Filipina, Singapura dan Jepang yang tidak terpakai untuk Indonesia. "Ini merupakan kabar sangat bahagia," kata Gus Ipul sapaan akrab Syaifullah Yusuf, Rabu (14/9). Menurutnya, penambahan kuota haji untuk Indonesia ini makin mempersingkat daftar tunggu atau antre untuk bisa berhaji. "Sekarang antrenya kan bisa sampai 24 tahun baru bisa berangkat. Semoga dengan adanya tambahan kuota ini makin mempercepat daftar antre. Kalau bisa (antrean) dipercepat hingga 10 tahun saja," harapnya. Tak hanya itu, Gus Ipul juga menyarankan agar jemaah yang lebih dulu mengantre diprioritaskan mengisi kuota pemberangkatan ke Tanah Suci. Termasuk bagi mereka berusia lanjut. "Bagi yang sudah pernah (berhaji), kalau bisa bersabar dulu dan memberi kesempatan yang belum pernah ke Tanah Suci," pintanya. Untuk diketahui, selama ini penetapan kuota haji didasarkan pada prinsip proporsionalitas yaitu ketentuan satu per mil dari total populasi umat muslim setiap negara.Indonesia sendiri, dalam beberapa tahun terakhir hanya memperoleh jatah haji 168.800 orang per tahun, yang terbagi 155.200 orang jemaah haji reguler dan 13.600 orang jemaah haji khusus.Hal inipun berimbas pada antrean haji di sejumlah daerah di Tanah Air, termasuk di Jawa Timur mengalami perlambatan hingga 20 tahun. Walhasil, prosentase jemaah haji usia lanjut asal Indonesia pun makin banyak dan berdampak pada kesehatan jemaah.

Rekomendasi