Gubernur Sumsel Larang Siswa Belajar Tatap Muka Sebelum Ada Vaksin
Merdeka.com - Pembelajaran tatap muka di Sumatera Selatan ditunda seiring terbitnya Surat Edaran (SE) Gubernur Sumsel terkait larangan belajar tatap muka pada semester genap tahun depan. Siswa belum diizinkan belajar tatap muka sebelum vaksin benar-benar terdistribusi dengan baik.
Dalam SE Nomor : 420/12533/Disdik.SS/2020 ditandatangani Gubernur Sumsel Herman Deru 30 Desember 2020. SE ini berlaku untuk sekolah tingkat usia dini, dasar, hingga lanjutan atas.
Herman Deru menyebut kebijakan itu bertujuan memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan anak didik di saat pandemi Covid-19 belum berakhir. Terlebih angka penambahan kasus terkonfirmasi positif terus terjadi peningkatan di provinsi itu.
"Sebelum ada vaksin, belajar tatap muka belum diizinkan. Saya kemarin tandatangani SE larangan itu sampai pandemi berakhir," ungkap Deru, Kamis (31/12).
Deru meminta SE tersebut ditindaklanjuti bupati dan wali kota di Sumsel dengan menerbitkan aturan serupa. Sekolah disarankan tetap melanjutkan belajar daring secara maksimal.
"Saya khawatir sekolah menjadi klaster baru, mereka tidak aman dan sehat. Lebih baik belajar dari rumah dengan banyak metode," ujarnya.
Menurut dia, anak-anak seusia sekolah sangat rentan tertular virus corona. Apalagi virus itu sudah bermutasi menjadi lebih ganas dan sangat mudah menyebar.
"Saya minta pengertian semua pemangku kepentingan agar mengeluarkan kebijakan yang sama," kata dia.
Terkait vaksin, sambung Deru, setidaknya ada 2 juta warganya yang bakal mendapat giliran pada tahun mendatang. Sebagian besar adalah tenaga kesehatan dan pendidikan.
"Anak-anak saya minta dimasifkan juga untuk divaksin. Mudah-mudahan segera terlaksana dan belajar tatap muka kembali dibuka," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya