Farid Okbah Pernah Bertemu Jokowi, Pengacara Sebut BIN Kecolongan Kalau Benar Teroris

Ismar menjelaskan, saat bertemu dengan presiden, kliennya sempat memberikan sebuah masukan hingga nasihat yang dianggapnya luar biasa.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Farid Okbah Pernah Bertemu Jokowi, Pengacara Sebut BIN Kecolongan Kalau Benar Teroris
Keluarga Ustaz Farid Okbah dan Ahmad Zain. ©2021 Antara

Farid Ahmad Okbah (FAO) terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Bekasi ternyata pernah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan hadir dalam acara Baintelkam Polri. Diketahui, Farid Okbah ditangkap bersama dengan Ahmad An-Najah dan Anung Al-Hamat pada Selasa (16/11) pagi di lokasi yang berbeda-beda.

"Seharusnya beliau dipanggil baik-baik dan ketika dia datang ke presiden kan hadir, datang ke Baintelkam Mabes Polri juga hadir sebagai pembicara. Tidak ada beliau mendapatkan penghargaan," kata kuasa hukum tiga terduga teroris, Ismar Syafruddin kepada wartawan, Kamis (18/11).

"Nah ini kenapa tidak dipanggil secara baik-baik. Supaya apa? Oke kalau misalkan beliau ingin tersangkakan, silakan kalau pihak kepolisian menganggap memiliki bukti-bukti fakta silahkan kita hargai itu. Tetapi yang santun," sambungnya.

Ismar menjelaskan, saat bertemu dengan presiden, kliennya sempat memberikan sebuah masukan hingga nasihat yang dianggapnya luar biasa. Tak hanya itu saja, dalam pertemuan tersebut juga Farid disebutnya menyampaikan lima hal. Namun, ia tak memberikan lima hal yang dimaksudkannya itu.

"Saya lihat jelas (Farid) disangkakan melakukan teroris apa. Menggetarkan, menakutkan, melakukan. Coba itu menakutkan banget pasalnya. Tetapi beliau diterima oleh presiden, beliau memberikan masukan, nasehat yang luar biasa kepada presiden. Ada 5 hal yang beliau sampaikan di sana dan saat itu sangat menghargai begitu," jelasnya.

Selain itu, terkait dengan pertemuan antara kliennya dengan presiden, Ia menganggap Badan Intelejen Negara (BIN) telah kecolongan.

"Kalau hal ini beliau terbukti sebagai salah seorang pelaku teroris, coba di mana muka teman-teman BIN. Berarti kecolongan membiarkan seorang teroris masuk istana loh, sangat berbahaya ini, sangat kontradiktif Ini," ujarnya.

Dengan adanya penangkapan terhadap kliennya itu, ia meminta agar Korps Bhayangkara bisa menerapkan restorative justice.

"Keluarga ini betul-betul sangat terpukul dengan keadaan ini dan kita tahu beliau itu public figure. Ustadz Farid Okbah itu public figure dan anda bisa lihat di medsos bagaimana reaksi masyarakat terhadap beliau, itu seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri," ungkapnya.

"Kita menginginkan dari kepolisian itu ada restorative justice, itu kan katanya sudah ada Presisi Kepolisian," tutupnya.

Rekomendasi