Diduga Tembak Warga, Seorang Anggota Polres Gowa Nyaris Dihakimi Massa

Seorang warga Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Makassar, berinisial Z (30) ditembak seorang anggota polisi berinisial AA dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka). Akibatnya Bripka AA yang dinas di Polres Gowa ini nyaris dihakimi warga.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Diduga Tembak Warga, Seorang Anggota Polres Gowa Nyaris Dihakimi Massa
Seorang Anggota Polres Gowa Nyaris Dihakimi Massa. ©2022 Merdeka.com

Seorang warga Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Makassar, berinisial Z (30) ditembak seorang anggota polisi berinisial AA dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka). Akibatnya Bripka AA yang dinas di Polres Gowa ini nyaris dihakimi warga.

Kabag Ops Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Wahyu Basuki membenarkan adanya penembakan dilakukan seorang anggota polisi yang dinas di Polres Gowa. Meski demikian, pihaknya masih mendalami terjadinya penembakan tersebut.

"Kami masih selidiki pemicu awal kejadian tersebut," ujarnya, Kamis (10/3).

Wahyu menambahkan, korban penembakan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar untuk mendapatkan perawatan. Wahyu mengungkapkan Z mengalami luka tembak di bagian paha belakang.

"Korban penembakan tengah mendapatkan perawatan medis di (RSUD) Labuang Baji Makassar," bebernya.

Wahyu mengaku belum mengetahui motif penyebab penembakan. Polisi memeriksa sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian.

Video penembakan diduga dilakukan Bripka AA terhadap Z tersebut beredar di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, warga mempertanyakan aksi penembakan dilakukan Bripka AA terhadap Z.

Terdesak, Bripka AA langsung menyelamatkan diri ke Mapolsek Mariso. Karena panik dikejar warga. Warga awalnya menduga Bripka AA merupakan anggota Polsek Mariso, sehingga mendatangi Mapolsek Mariso.

Sementara Kasi Humas Polres Gowa, Ajun Komisaris Mangatas Tambunan mengaku pihaknya tidak memberikan komentar terkait kasus tersebut. Ia mengatakan kasus tersebut kini sudah ditangani Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel.

"Saya tidak bisa komentar, karena kasus itu sudah ditangani Propam. Supaya tidak tumpang tindih," ucapnya.

Rekomendasi