Butuh gedung baru, politisi Gerindra akan ajak rakyat keliling ruangan DPR
Merdeka.com - Rapat paripurna DPR telah mengesahkan anggaran proyek penataan kawasan parlemen berupa gedung baru dan alun-alun demokrasi dalam APBN 2018. Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan gedung baru diperlukan karena kondisi gedung lama membutuhkan perbaikan.
Sodik berencana mengajak masyarakat melihat secara langsung kondisi gedung serta ruangan anggota DPR yang berada di Nusantara I.
"Saya ajak masyarakat untuk tinjau langsung ke ruangan kerja anggota dan pimpinan Jangan lihat ruang sidang saja," kata Sodik saat dihubungi, Kamis (26/10).
Sodik memberikan gambaran terkait kondisi gedung dan ruangan kerja anggota dewan saat ini. Menurutnya, ruangan kerja anggota DPR kalah bagus dibandingkan ruangan camat di DKI Jakarta atau kepala bagian di lembaga negara.
Fasilitas gedung DPR lama dinilai tak memadai. Dia menyebut, ruangan kerja diisi oleh 5 tenaga ahli dan 2 orang staf administrasi untuk masing-masing anggota.
Bahkan dia menyebut, ada staf yang tidak mendapat tempat dan harus bekerja di luar ruangan. WC di tiap lantai fraksi pun berada di luar dan digabung untuk anggota DPR dan seluruh staf. Fasilitas ibadah atau musala di tiap fraksi minim sehingga harus berdesakan. "Itulah gambaran ruang kerja anggota dan pimpinan DPR," terangnya.
Proyek penataan kawasan parlemen berupa pembangunan gedung baru DPR dan alun-alun demokrasi masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Anggaran dua proyek tersebut telah disahkan dalam rapat paripurna pada Rabu (25/10) kemarin.
Untuk diketahui, jumlah anggaran proyek penataan kawasan parlemen sebesar Rp 601 miliar. Untuk pembangunan gedung baru dialokasikan sebesar Rp 320,44 miliar dan alun-alun demokrasi Rp 280 miliar. Total alokasi anggaran sebesar Rp 601 miliar itu masuk ke dalam anggaran DPR 2018 sebesar Rp 5,7 triliun. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya