Buntut bentrokan, GO-JEK & sopir taksi mediasi di Polresta Solo
Merdeka.com - Guna menghindari gesekan lanjutan antara ojek online khususnya GO-JEK dan pengemudi Mahkota Taksi, Polresta kembali mengumpulkan kedua kubu. Audiensi yang digelar di Aula Mapolresta Solo, Kamis (16/3) siang itu juga diikuti oleh paguyuban pengayuh becak serta ojek pangkalan.
Sebagai penengah hadir antara lain Kapolresta Solo, Dirlantas Polda Jawa Tengah dan Dinas Perhubungan se-eks Karisidenan Surakarta. Audiensi yang digelar untuk menampung keluhan dari masing-masing pihak guna mencari solusi bentrokan yang terjadi di Stasiun Purwosari dan depan balai kota, Rabu (15/3) kemarin.
Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut sebagai langkah untuk menjaga kondusifitas Kota Solo agar tetap terjaga aman dan nyaman. Selain itu juga agar peristiwa bentrokan tidak terulang lagi dimasa mendatang.
Meskipun perwakilan dari sejumlah wilayah Kota Solo tidak mempermasalahkan kehadiran GO-JEK, namun untik Kota Bengawan tegas menolaknya. Apalagi kehadiran meraka menimbulkan gesekan beberapa kali.
"Sesuai arahan wali kota, kami menolak tegas kehadiran GO-JEK. Ini juga mengacu pada audiensi yang pernah dilakukan di balai kota," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Arief Handoko.
Perwakilan Mahkota Taksi R Tommy mengaku pihaknya merasa geram dengan kehadiran GO-JEK yang menarik penumpang di lokasi strategis. Terlebih lagi area operasional mereka tidak terbatas.
"Kami sangat keberatan dengan kehadiran GO-JEK. Beberapa bulan ini penghasilan kami turun drastis," tuturnya.
Manajer Area GO-JEK Solo Baru, Bambang Kurniawan mengaku, pihaknya hanya bermitra dengan driver GO-JEK. Manajemen, lanjut dia, tidak memaksa siapapun menjadi driver.
"Tidak ada paksaan, siapapun bisa bergabung dengan GO-JEK. Termasuk ojek pangkalan yang ingin bergabung untuk menambah penghasilan, silahkan," tandasnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Baharudin M Syah menilai gesekan yang terjadi akibat minimnya sumber pendapatan oleh masing-masing tukang ojek, baik online maupun konvensional.
"Kami minta manajemen GO-JEK mentaati peraturan wilayah yang telah ditetapkan atau disepakati bersama," tegasnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya