Yogi Pratama (23) mencoba bunuh diri dengan memanjat tower Telkomsel di Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, dengan ketinggian 100 meter. Penyebabnya, Yogi merasa kecewa karena diancam sang ayah tidak mendapat harta warisan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Yogi sehari-hari tinggal bersama tantenya di Bundaran Simpang Tiga, Kecamatan Kuantan Tengah pergi ke lokasi tower dengan sepeda motor.
"Setelah tiba, dia langsung memanjat pagar area tower Telkomsel dan meninggalkan sepeda motornya Suzuki Satria FU di luar pagar," ujar Kapolres Kuantan Singingi AKBP Fibri Karpiananto kepada merdeka.com, Rabu (25/4).
Warga yang melihat aksi Yogi langsung mengejarnya, namun tidak dapat. Lalu warga mencari Yogi ke sekitaran lokasi tower. Tiba-tiba, warga bernama Rigon mendengar suara teriakan dari atas tower dan memberitahukan hal tersebut ke masyarakat lainnya.
"Sejumlah masyarakat sekitar 20 orang mencoba menyuruh pemuda tersebut untuk turun. Namun pemuda itu semakin naik ke ujung tower. Kemudian warga melapor ke Polsek Kuantan Tengah," ucap Fibri.
Setelah mendapat informasi dari warga, personel Polsek Kuantan Tengah dipimpin oleh Kapolsek Kompol H Jasmadi dan Kanit Reskrim Iptu Liston Sihombing beserta sejumlah polisi dari Polres Kuansing menuju lokasi.
"Petugas mendatangi lokasi tower untuk membujuk agar pemuda itu turun dari tower. Awalnya dia tidak mau, malahan memanjat lebih tinggi lagi," kata Fibri.
Satu jam kemudian, sekitar pukul 01.15 Wib, saat Yogi masih bertahan di atas tower, tiba-tiba datang tantenya bernama Lestari Santi (36).
"Petugas dan warga mengajak tantenya untuk ke lokasi, agar membujuknya untuk turun dengan menggunakan pengeras suara milik SMPN 2. Karena posisi pemuda itu kan sudah tinggi, harus pakai pengeras suara supaya dengar," jelas Fibri.
Setelah 45 menit tantenya teriak dan membujuk, akhirnya Yogi mau turun ke bawah. Dengan langkah pelan, Yogi turun dari atas tower sekitar pukul 02.00 Wib.
Setelah tiba di bawah, polisi langsung mengajak Yogi untuk duduk-duduk di Polsek Kuantan Tengah untuk menenangkan pikirannya.
"Kepada petugas, pemuda itu menceritakan bahwa dirinya melakukan percobaan bunuh diri karena masalah keluarga. Orangtuanya bercerai, ayahnya selalu menyuruh pulang dan mengancam bila tidak pulang ke rumahnya di Air Molek, maka pemuda itu tidak dapat harta warisan dari ayahnya," kata Fibri.
Setelah mendengar keluh kesah Yogi, polisi pun menasehatinya untuk tidak mengulangi hal tersebut. Petugas meminta agar Yogi menenangkan pikirannya dan pulang ke rumah bersama tantenya.