Bayi divaksin palsu RS Harapan Bunda, orangtua bikin crisis center
Merdeka.com - Ratusan orangtua yang anaknya diduga terpapar vaksin palsu di RS Harapan Bundar membentuk crisis center yang diberi nama, Aliansi Orangtua Korban Vaksin Palsu. Posko ini dibuat untuk menampung keluhan orangtua pasien.
Pertama kali dibuka pagi tadi, total 350 orangtua pasien sudah mengisi form yang disediakan.
"Sampai saat ini sudah ada 350 orang yang sudah didata dan mengumpulkan berkas ke kami (posko Crisis Center)," ujar Dian, selaku humas Crisis Center, saat ditemui di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, Senin (18/7).
Dian menambahkan, posko ini masih menunggu para korban vaksin palsu lainnya. Sebelumnya, para orangtua pasien diminta menyerahkan berkas-berkas seperti fotokopi KTP orangtua, kartu keluarga, kartu berobat anak, data imunisasi yang terdapat dalam buku, dan menuliskan keluhan medis pascavaksin di rumah sakit itu yang disertai tanda tangan dan materai.
Berkas yang terkumpul akan diserahkan ke YLBHI untuk kemudian ditindaklanjuti. Crisis Center ini mengaku sudah bekerja sama dengan DPR, Komnas HAM, YLKI, KIP dan Ombudsman.
Sebelum meninggalkan posko crisis center, sejumlah orangtua sempat memasangkan spanduk di pintu utama menuju lobi rumah sakit. Spanduk tersebut bertuliskan 'Hai dokter anak dan suster RS Harapan Bunda di mana hati nurani mu, kalian tipu kamu, kalian racuni anak kami, genarasi bangsa masa depan telah kalian rusak.'
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya