Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengaku akan mengklarifikasi kasus meninggalnya bayi Dera kepada Rumah Sakit terkait dan Kementerian Kesehatan. Pasalnya, alat yang dibutuhkan untuk pengobatan Dera yakni Neonatal intensive care unit (NICU) atau incubator terbatas sehingga tidak dapat tertolong dengan cepat bayi kembar tersebut."Dera lahir di Zahirah, Zahirah tidak ada NICU kemudian dirujuk ke Pasar Minggu. Proses KJS sudah benar dan clear, memang Rumah Sakit penuh. Besok ada undangan ke delapan Rumah Sakit dan dari Kemenkes untuk mengklarifikasi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Dien Emmawati saat dihubungi wartawan, Senin (18/2).Dien mengatakan jumlah NICU di RS DKI Jakarta sejumlah 143, sehingga ada keterbatasan alat. NICU memiliki investasi tinggi sehingga pemerintah harus membeli alat tersebut."RSCM ada tapi penuh, bukan hanya orang Jakarta, disebutin semua orang dari luar kota juga. Ya harus beli NICU, supaya enggak terulang," jelasnya.Menurutnya, untuk menanggulangi persoalan tersebut, maka akan diterapkan sistem online terhadap Rumah Sakit dengan Dinas Kesehatan agar dapat memantau Rumah Sakit yang kosong. Kemudian membeli NICU untuk mengantisipasi kejadian serupa."Kemarin memang sudah telepon ketemu satu NICU di Tarakan buat dara,"katanya.Sementara itu, Dien mengatakan akan melakukan ujicoba sistem online per 1 Maret ini di sebelas Rumah Sakit. Dalam ujicoba tersebut terdiri dari 5 Rumah Sakit pusat, tiga RSUD, dan tiga Rumah Sakit TNI-Polri."Contoh RSCM, Fatmawati, Harapan Kita, Tarakan, Koja, dan Cengkareng," tandasnya.Namun bagaimana ceritanya jika Ayah Dera adalah orang mampu, bukan seorang pedagang sandal, tentu ceritanya akan lain.
Bayi Dera meninggal, Dinkes sebut incubator di Jakarta terbatas
"Besok ada undangan ke delapan Rumah Sakit dan dari Kemenkes untuk mengklarifikasi," ujar Kepala Dinkes Dien Emmawati.
Rekomendasi