Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Adam Denni memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipindahkan ke Nusantara, ibu kota negara di Kalimantan Timur, memiliki kompetensi unggulan. Hal ini menyikapi beredarnya kabar penolakan PNS untuk dipindahtugaskan ke IKN.
"Saya enggak mau ke sana, oh jangan geer dulu. Belum tentu anda terpilih, jangan buru-buru cari koneksi," kata Alex dikutip melalui akun Youtube Kementerian Sekretariat Negara RI, Rabu (2/3).
Alex memastikan, ASN yang terpilih untuk dipindahtugaskan ke Nusantara akan mendapatkan keuntungan dan fasilitas baik. Sehingga, kompetensi ASN di Nusantara nanti berorientasi terhadap hasil dibandingkan dengan sebuah jabatan.
"Kalau anda terpilih ke sana kita sedang menyiapkan allowance-nya apa benefit-nya apa, sehingga itu betul-betul kita enggak cuma bikin fisik ke sana," ucapnya.
Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan platform khusus bagi para ASN. Tujuan platform tersebut adalah agar para ASN secara simultan mendapatkan pelatihan dan pembelajaran dalam melayani masyarakat berbasis digital.
Melalui platform tersebut, para ASN dapat bekerja secara fleksible, namun tidak mengesampingkan output dari kinerja mereka. Dengan fleksibilitas ini, Alex memperkirakan jabatan fungsional nantinya akan semakin berkurang.
"Lebih berorientasi kepada learning bukan sekadar kepada kompetensi jadi besar kemungkinan akan terjadi penyederhanaan fungsional yang saat ini jumlahnya ratusan kemungkinan nanti mungkin tinggal belasan saja jumlahnya," ungkapnya.
Advertisement
Seleksi ASN ke IKN
Pemerintah serius menyiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bisa dipindahkan ke Nusantara, ibu kota negara Republik Indonesia yang baru, di Kalimantan Timur. Skema telah dibuat untuk menyeleksi siapa-siapa saja ASN yang ditugaskan di ibu kota.
Kementerian/lembaga terkait saling berkomunikasi, merumuskan langkah awal agar pemindahan ASN dapat berjalan secara efektif.
Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama BKN Satya Pratama mengatakan bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai lembaga penampung data para ASN, tidak bergerak tunggal dalam proses pemindahan ASN.
"BKN fungsinya di proses perencanaan ibu kota Nusantara ialah memberikan info terkini terkait statistik ASN," kata Satya kepada merdeka.com
Lembaga yang berkapasitas menilai sekaligus menimbang ASN yang akan dipindahtugaskan ialah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).