Banjir bandang terjang Parigi Moutong Sulteng, 300 rumah terendam

Banjir bandang terjang Parigi Moutong Sulteng, 300 rumah terendam. Banjir tersebut terjadi sejak Selasa dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Senin sore. Selain di Desa Sausu Piore, banjir serupa juga merendam lima desa tetangga lainnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir bandang terjang Parigi Moutong Sulteng, 300 rumah terendam
Ilustrasi Banjir Bandang. ©2015 Merdeka.com

Sejumlah desa di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diterjang banjir bandang, Selasa (28/11) pagi. Banjir bandang itu mengakibatkan ratusan rumah tergenang air."Di Desa Sausu Piore ini paling parah. Hampir tidak ada lagi rumah yang tidak terendam banjir," kata Kepala Desa Sausu Piore Ismail di Palu. Seperti dilansir Antara.Dia mengatakan, banjir tersebut terjadi sejak Selasa dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Senin sore. Selain di Desa Sausu Piore, banjir serupa juga merendam lima desa tetangga lainnya."Banjir ini akibat sungai meluap karena hujannya deras dan berlangsung lama," katanya.Ismail melanjutkan, warganya saat ini tidak bisa lagi berbuat banyak karena selain tempat tinggal yang sudah tergenang, juga tidak memiliki persediaan bahan makanan karena semua sudah terendam banjir. "Bahkan ada tempat yang ketinggian airnya sampai dua meter," katanya.Dia menambahkan selaku kepala desa memiliki keterbatasan untuk membantu warganya sehingga dirinya berharap bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah maupun dari Dinas Sosial Kabupaten dan Provinsi segera mengambil tindakan guna menyelamatkan warganya."Sekarang bukan lagi waktunya koordinasi segala macam. Sekarang masyarakat butuh bantuan. Perlu tindakan cepat," katanya.Menurut Ismail, hingga pukul 06.00 WITA, belum ada laporan korban meninggal dunia. Namun masyarakat setempat mengalami kerugian besar karena nyaris tidak satu pun rumah yang tidak tergenang banjir."Hampir 300 rumah dengan lebih dari seribu jiwa di desa saya ini terkena dampak banjir. Mereka butuh pertolongan," katanya.

Rekomendasi