Lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini akan berkunjung ke dua lembaga tinggi Negara yakni Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Yudisial (KY). Menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan berkunjung ke dua lembaga tinggi Negara untuk melakukan koordinasi agar mempermudah jalan selanjutnya."Kunjungan adalah dalam rangka koordinasi awal sehingga langkah berikutnya akan lebih mudah bila ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan," ucapnya ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (6/1).Tak hanya koordinasi untuk memuluskan jalan KPK ke depannya, menurut pimpinan KPK Saut Situmorang, pihaknya berkunjung ke MK dan KY untuk melakukan inovasi untuk melanjutkan KPK selanjutnya."Pokoknya kita akan melakukan inovasi," ungkapnya.Diketahui, hari ini lima pimpinan KPK akan menyambangi MK dan KY setelah sebelumnya sudah menjajaki Mabes Polri dan Kejaksaan Agung.Dalam pertemuannya, KPK akan melakukan koordinasi dengan dua lembaga penegak hukum tersebut. Salah satunya dari Polri yang akan memberikan penyidik tambahan untuk KPK.Tak hanya Polri yang akan memberikan tambahan penyidik dari KPK. KPK dalam waktu dekat akan memperbarui Memorandum of Understanding (Mou) atau perjanjian kesepakatan dengan Kejaksaan Agung.Ketua KPK, Agus Rahardjo, menyebutkan dalam pembaharuan MoU itu berfokus pada koordinasi, supervisi dan monitoring."Kita akan melakukan perbaikan konten dan substansi, di antaranya koordinasi, supervisi, dan monitoring akan kita perjelas," kata Agus saat berkunjung ke Kejaksaan Agung, Selasa (5/1).Agus memaparkan pembaharuan MoU bertujuan untuk meningkatkan upaya pemberantasan korupsi. Ditambah lagi dengan peningkatan kerja sama. "Mudah-mudahan ini kerjasama yang baik," ujarnya.Ucapan Agus pun diamini oleh Jaksa Agung HM Prasetyo. "Dengan kolaborasi nanti cakupannya akan lebih luas, lebih intens dan hasilnya lebih maksimal," pungkasnya.
Basaria sebut kunjungan ke MK dan KY bakal muluskan jalan KPK
Sebelumnya KPK sudah menjajaki pendekatan dengan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung.
Rekomendasi