72 Hari di Tanah Suci

Melalui tulisan ini diceritakan perjalanan liputan saya selama di Arab Saudi.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
72 Hari di Tanah Suci
suasana di tanah suci. ©2016 Merdeka.com

Ibadah haji adalah perjalanan religi yang menjadi impian umat Islam di dunia, khususnya Indonesia. Tak cuma membutuhkan biaya yang tak sedikit, ibadah haji adalah ibadah yang mengharuskan fisik mumpuni.Sehingga wajar jika tak sedikit umat Islam tak mampu menjalankan rukun Islam kelima tersebut, lantaran selain fisik tak kuat, dana pun tak mencukupi. Itulah kenapa Allah SWT mewajibkan umat Islam berhaji hanya kepada mereka yang mampu saja (istitaah).Atas undangan Kementerian Agama, di musim haji tahun 2016 ini, jurnalis merdeka.com Anwar Khumaini berkesempatan melakukan peliputan, dari awal persiapan keberangkatan jamaah haji, hingga kepulangan mereka ke Tanah Air. Saya tergabung di antara 826 petugas haji Indonesia yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).Tidak mudah untuk menjadi anggota PPIH, karena kami harus melewati beberapa tes yang tidak gampang. Berbagai tes tulis serta wawancara, bahkan pelatihan-pelatihan harus kami jalani, hingga akhirnya terpilihlah 21 nama wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH).Bersama 21 wartawan dari 16 media nasional, kami berangkat ke Tanah Suci secara bertahap. Saya bersama empat wartawan lainnya bertugas di daerah kerja (Daker) Jeddah, sementara yang lainnya bertugas di Daker Madinah dan Makkah.Daker Jeddah biasa disebut dengan Daker bandara karena tugas utama kami adalah meliput kedatangan, kepulangan, jamaah haji Indonesia, serta hiruk pikuk Bandara King Abdul Aziz Jeddah, tentunya yang terkait dengan jamaah haji Indonesia.Meski tugas utama kami adalah di Daker Jeddah, tapi kami tak cuma meliput di Jeddah saja. Kami juga berkesempatan meliput di Madinah dan Makkah dalam waktu yang cukup lama, di Makkah kurang lebih 12 hari, dan Madinah 16 hari.Mungkin tak sedikit yang bertanya, ngapain saja kami selama 72 hari di Tanah Suci, sementara jamaah Haji Indonesia tak lebih dari 40 hari saja di sana. Melalui tulisan ini, saya akan menceritakan perjalanan liputan saya selama di Arab Saudi.Setiap hari, saya setidaknya akan 'menyisihkan' satu tulisan khususnya mengenai sisi-sisi lain liputan haji di Arab Saudi. Berita-berita penting lainnya terkait jamaah haji pastinya akan tetap saya buat.Harapannya, selama 72 hari, pembaca merdeka.com mendapatkan kisah-kisah menarik, yang mungkin selama ini belum banyak diketahui orang. Kami juga berharap agar tulisan-tulisan kami ini nantinya akan memberikan inspirasi serta gambaran kepada kita semua tentang bagaimana sesungguhnya prosesi ibadah haji, serta hal hal menarik yang terkait dengan ibadah haji.Selamat membaca!

Rekomendasi