Tiga bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Devitasari Hasibuan dan Siti Nuraidah alias Kiki kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/3). Sembari menunggu, ketiga terdakwa menikmati kudapan gorengan di ruang tahanan.
Pantauan Liputan6.com, seorang pelayan kantin mengantarkan tiga buah kantong plastik. Dua kantong plastik diserahkan kepada orang-orang yang berjaga di depan pintu tahanan. Satu kantong diserahkan ke dalam.
Seorang petugas kejaksaan bernama makmur menyebutkan kantong plastik berisikan beraneka macam gorengan. Ada pisang, tempe, tahu dan lain-lain. "Ya kami kasih gorengan buat sarapan," ujar dia.
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tia Zahra menyebutkan, sebanyak 12 pegawai First Travel akan bersaksi hari ini. Mereka adalah Dennys juliens, Atika adinda putri, Rakhmawati putriana, Nur halimah, Tita sri rubianti, Edi iskandar, Chindy andini, Agus santosa, Galih firmansyah, Isni yulianti, Novi fatheka trisnawati, Ayu indriyani
"Totalnya 12 saksi," ujar dia.
Sebelumnya, Artis Vicky Shu hadir memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (14/3). Selama 45 menit duduk di kursi berhadap-hadapan dengan hakim dan tiga bos First Travel.
Dalam kesaksiannya, Vicky mengaku mengenal salah satu terdakwa. Dia adalah Anniesa Devitasari Hasibuan. Menurut dia, perkenalan terjadi sewaktu di New York tanggal 11 September 2015.
"Saya tahu sosok Aniessa sebagai desainer. Waktu itu, saya mengikuti fashion show berkolaborasi dengan dua orang lain. Salah satunya Aniessa," ujar dia.
Perkenalan berlanjut ke media sosial Path. Pendek kata, Vicky membuat sebuah postingan keinginan umrah. Gayung bersambut, Aniessa memberikan komentar berbau ajakan dalam postingan tersebut.
"Ketika membuat postingan, Aniessa menanggapinya mengajak menggunakan jasa First Travel," ujar dia.
Vicky lalu berkomunikasi dengan Regiana. Salah seorang pihak dari First Travel. Regiana menawarkan dua kategori paket umrah.
"Dia (Regiana) bilang mau VIP atau reguler. Syaratnya VIP harus dua orang. Akhirnya saya bilang paket apa aja. Yang terpenting, saya berangkat," ucap dia
Kala itu, Vicky membayar paket reguler seharga Rp 34,2 juta. Dijadwalkan berangkat 30 Desember 2015 sampai 7 Januari 2016.
"Agak mahal memang karena waktu itu saya pendaftar terakhir. Selain itu, saya penginapannya sendiri," kata dia.
Perjalanan itu bukanlah yang terakhir. Vicky kembali berangkat pada bulan Maret 2017. Selama tujuh hari. Bedanya, perjalanan kali ini tidak menguras kocek pribadi. Anniesa menawarkan perjalanan secara gratis. Syaratnya, ikut serta dalam peliputan.
"Ada perjanjian secara lisan terkait apa saja yang saya dilakukan di Mekkah," kata dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com