Banjir merendam dua kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Sebanyak 247 KK terdampak.
"Tidak ada laporan warga yang terluka akibat peristiwa ini," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Minggu (19/12).
Kerugian material akibat banjir yakni 247 rumah terendam, dua jembatan rusak, dan 55 hektar lahan pertanian terdampak. Dua kecamatan terendam banjir ialah Ranah Batahan dan Kinali.
Abdul menyebut, saat banjir Tinggi Muka Air (TMA) sekitar 50 sampai 100 sentimeter. Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur Ranah Batahan dan Kinali pada Sabtu (18/12) pukul 02.00 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat melaporkan, banjir masih menggenangi wilayah terdampak. BPBD Kabupaten Pasaman Barat bersama unsur TNI/Polri dan lintas instansi terkait telah berada di lokasi kejadian untuk kaji cepat, pendataan dan koordinasi lebih lanjut terkait percepatan penanganan banjir tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Sumatra Barat yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat hingga Senin (20/12).
Sebagai bentuk respons dari adanya prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BPBD Kabupaten Pasaman Barat telah meneruskan informasi peringatan dini potensi hujan lebat kepada lintas instansi terkait dan masyarakat. Upaya ini untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Advertisement