Perbankan Diminta Perhatikan Situasi Ekonomi Saat Naikkan Suku Bunga
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) telah memutuskan suku bunga acuan naik menjadi 3,75 persen. Deputi Gubernur BI, Dodi Budi Waluyo meminta realisasi kenaikan suku bunga di perbankan tetap memperhatikan situasi perekonomian.
"(Penyesuaian suku bunga) kembali ke perbankan, kita harapkan perbankan melihat secara lengkap konteksnya," kata Budi saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (26/8).
Meski suku bunga acuan sudah naik, Dodi meminta perbankan tidak terlalu cepat melakukan penyesuaian. Kenaikan suku bunga di perbankan harus bisa menjaga agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi. Mengingat likuiditas di perbankan masih baik.
"Tentunya konteks kita tidak akan mengganggu pertumbuhan dalam melihat hal itu karena likuiditas itu sangat ample," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga karena melihat tren pemulihan ekonomi yang cukup kuat dalam 7 bulan terakhir. Namun di sisi lain, pemulihan ekonomi yang kuat ini justru berdampak pada kenaikan harga-harga.
"Tren kenaikan harga-harga yang kemungkinan menimbulkan dampak rembesan ke kita, pasti ini juga dihitung BI. Termasuk sisi neraca pembayaran dan nilai tukar," kata dia.
Sehingga dia menegaskan, Bank Indonesia telah mengambil keputusan yang bisa dilakukan sebagai bank sentral untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kebijakan makroprudensialnya. "Itu pasti keputusan uang dilakukan BI suda membuat perhitungan terbaik dari berbagai faktor, sama seperti pemerintah, pasti banyak perhitungan," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya