Cerita turis terjebak di luar negeri saat wabah virus corona menyerang ini juga terjadi di Indonesia. Kejadian ini harus dialami oleh pasangan Mikhail Bondarek (29) dan istrinya Ekaterina (28).
Pasangan yang berasal dari Rusia dan membawa anak kecil tersebut sudah dideportasi dari Indonesia. Mereka akhirnya dideportasi setelah video viral mereka yang sedang mencari uang dengan cara mengamen di pasar di Pulau Lombok beberapa waktu lalu.
Advertisement
Informasi video yang didapatkan dari Facebook dengan nama akun Burhanudin Surya tersebut memperlihatkan keluarga kecil itu sedang berada di keramaian dan memainkan alat musik.
"Kemarin ketemu bule lagi ngamen di Pasar Kebon Roek bawa istri dan bayinya. Kayaknya kehabisan uang untuk bertahan hidup," tulis Burhanudin sebagai keterangan video pada tanggal 27 April 2020.
Advertisement
Ada lagi informasi yang menjelaskan bahwa pasangan itu tidak hanya bermasalah di Indoensia saja. Mereka juga pernah tersangkut masalah hukum saat berada di Malaysia.
Mereka ditahan polisi di Malaysia karena dinilai salah dalam menjaga anak mereka yang baru berusia dua tahun. Apa lagi mereka juga pernah mengamen saat berada di Kuala Lumpur.
Pasangan itu juga mengatakan kepada pihak yang berwenang saat berada di Indonesia, bahwa mereka adalah musisi yang sedang berkeliling dunia dan sedang kehabisan uang.
Advertisement
Dilihat dari video tersebut, Mikhail terlihat menggoyangkan badannya dan kedua tangannya memainkan alat musik akordeon. Sedangkan, istrinya terlihat menggendong anaknya dan tangannya terlihat memegang kantung untuk menaruh uang dari orang yang memberinya.
Informasi yang dilansir dari Liputan6.com pada Rabu (6/5), menyebutkan bahwa pihak otoritas setempat tidak menuduh keluarga itu melanggar aturan mengenai visa. Sedangkan Kepala Kantor Imigrasi Mataram juga mengatakan bahwa pihaknya telah memahami keluarga yang terjebak dan tidak bisa pulang ke negara asalnya karena wabah virus corona.
"Kami memberikan mereka kelonggaran karena kami berada di tengah pandemi Covid-19. Jika tidak ada Covid-19, kami pasti akan bertindak lebih tegas," jelasnya.