TransJakarta Terima 664 Aduan Pelanggan Terkait Saldo Terpotong Dua Kali

Sebanyak 353 laporan telah direspons dan diberikan kartu pengganti.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
TransJakarta Terima 664 Aduan Pelanggan Terkait Saldo Terpotong Dua Kali
Bus Transjakarta Kembali Beroperasi 24 Jam. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengungkapkan, pihaknya telah menerima 664 aduan terkait saldo Kartu Uang Elektronik (KUE) yang terpotong dua kali saat tap in dan tap out sejak sistem yang baru tersebut berlaku pada Selasa (4/10). Sebanyak 353 laporan telah direspons dan diberikan kartu pengganti.

Kemudian, 12 pelanggan menolak memberikan data, dan sisanya sebanyak 299 laporan belum direspons kembali oleh pelapor.

“Kami masih akan tetap memproses aduan yang masuk kepada pelanggan jika laporan tersebut dapat diverifikasi” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Anang Rizkani Noor dalam rilis resminya, Selasa (25/10).

Lebih lanjut, Anang mengatakan 664 aduan telah direspons oleh Transjakarta. Aduan ini ditindaklanjuti dengan menghubungi pelanggan untuk meminta keterangan kronologi kejadian dan identitas yang dapat dihubungi.

“Data-data tersebut menjadi acuan dalam menangani keluhan pelanggan. Transjakarta hingga saat ini masih memproses keluhan pelanggan saat transisi tarif integrasi,” jelas Anang.

Sementara itu, JakLingko telah menindaklanjuti 38 persen dari total aduan pelanggan atas saldo KUE yang terpotong dua kali saat tap in dan tap out di perjalanan yang sama. Untuk penanganan oleh JLI, pelanggan diminta untuk menghubungi nomor customer service 081260001441 melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, Transjakarta telah memberlakukan aturan baru bagi pelanggan untuk menikmati pelayanan sejak Selasa (4/10). Kini, pengguna wajib menempelkan kartu uang elektronik (KUE) saat naik dan turun bus atau tap in dan tap out.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Anang Rizkani Noor mengatakan, aturan ini diterapkan seiring dengan pemberlakuan tarif integrasi moda transportasi publik di Jakarta.

Adapun secara rinci, berikut aturan naik-turun Transjakata yang baru:

Dengan aturan baru ini, KUE hanya dapat digunakan untuk satu penumpang. Sebelumnya, Transjakarta telah menyarankan untuk satu pengguna satu kartu. Namun, KUE bisa digunakan untuk beramai-ramai. Kini, satu pelanggan wajib menggunakan satu kartu dan saldo akan terpotong di akhir perjalanan.

Setiap pengguna layanan, wajib melakukan tap in dan tap out ketika hendak naik atau turun bus. Untuk bus nonBRT atau Mikrotrans, pengguna dapat melakukan tap in dan tap out di alat yang sama.

“Apabila pelanggan tidak melakukan tempel kartu baik saat naik/turun, maka konsekuensinya kartu akan terblokir. Pelanggan perlu melakukan atur ulang (reset) dan biaya perjalanan sebelumnya akan dikenakan pada perjalanan berikutnya,” kata Anang.

Akan tetapi, kartu yang terblokir tetap bisa digunakan kembali. Untuk membuka blokir, pelanggan perlu mengatur ulang (reset) KUE pada perangkat reader di pintu masuk halte atau di dalam bus (tap on bus).

Pelanggan perlu memiliki saldo minimum senilai Rp5 ribu untuk memanfaatkan layanan Transjakarta. Jika saldo tidak mencukupi, pelanggan tidak dapat menggunakan layanan Transjakarta kecuali untuk layanan gratis.

“Jadi selalu pastikan pelanggan memiliki saldo minimum sebelum menggunakan layanan Transjakarta,” kata Anang.

Rekomendasi