PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta bekerja sama dengan academy Mass Transit Railway (MTR) Hong Kong untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengoperasian MRT di Ibu Kota Jakarta. Untuk itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana membuat pusat pelatihan bernama Jakarta Transport Academy (JTA).
"Kita ingin bahwa MRT Jakarta nanti memiliki fasilitas infrastruktur yang kelas dunia tapi juga dari SDM nya juga yang kelas dunia. Oleh karena itu dalam menyiapkan operasional kesiapan operasi dan kesiapan juga tentang HRD di MRT Jakarta, kita launching pagi ini workshop dan juga kita kukuhkan Jakarta Transport Academy," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (1/2).
Direktur PT MRT Jakarta, William P Sabanda menjelaskan, tujuan dari kerja sama ini untuk bertukar pengalaman. Sebab Hong Kong terbukti 40 tahun mengoperasikan MRT dan menjadi salah satu operator MRT terbaik di dunia. Tambahnya, soal pengelolaan manajemen, MRT Hong Kong juga sangat terkenal dengan konsep Rail Property Approach.
"Jadi mengkombinasikan pendekatan antara pengoperasian kereta api dengan properti. Kita sedang mengembangkan beberapa TOD (Transit Oriented Development). Nah MTR Hong Kong ini akan membantu kita dalam membangun konsep dan juga nanti mewujudkannya," terang William.
Kerja sama ini juga untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengoperasikan MRT di Jakarta serta konsep pengembangan MRT. "Kita akan kirim senior management ke Hong Kong untuk dididik dan menjalani on the job training," tambahnya.
Lebih lanjut, Presiden Mass Transit Railway (MTR) Academy Morris Chung mengapresiasi dan mendukung penuh kerja sama ini. Dia berharap, ke depan Jakarta terus mengembangkan sarana transportasi massal.
"Hong Kong dan Jakarta adalah sister city dan banyak hal yang bisa dikolaborasikan, transit transportasi massal termasuk salah satu di antaranya," tandas William.