Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siapa dalang buku Trilogi Ahok sedot anggaran Rp 30 M ?

Siapa dalang buku Trilogi Ahok sedot anggaran Rp 30 M ? Ahok datangi KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Hubungan DPRD DKI dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, belum ada tanda-tanda akan mereda. Meskipun Kementerian Dalam Negeri sudah diminta untuk mendamaikan keduanya.

Ahok, sapaan Basuki, makin tak selera berdamai dengan DPRD DKI. Apalagi, dalam RAPBD versi DPRD yang akan diserahkan ke Kemendagri, malah ada penganggaran buku tentang Ahok yang dibuat dalam penganggaran Pengadaan Buku Trilogi Ahok.

Buku itu ada tiga versi. Versi pertama berjudul Nekad Demi Rakyat, versi kedua Dari Belitung Menuju Istana dan Tionghoa KeturunanKu, Indonesia Negara Ku Membangun. Setiap buku, masing-masing dianggarkan Rp 10 miliar. Artinya, untuk ketiga buku itu disiapkan Rp 30 miliar.

Ahok menegaskan tak pernah menganggarkan ketiga buku itu. Lagi pula, katanya, apa untungnya dia membuat buku dengan judul-judul demikian.

"Ngapain bikin buku trilogi, itu namanya fitnah banget. Gue masih mampu bikin buku gue sendiri!" katanya dengan nada geram usai mengisi acara di sela kunjungan di Rutan Pondok Bambang, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan bekas kepala dinas pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, dia juga tak pernah mengajukan anggaran itu. Dia pun sudah mengoordinasikan dulu dengan kadisdik saat ini, Arie Budiman.

"Setelah berkoordinasi semalam dengan bapak Kadisdik, pada zaman saya dulu nggak ada yang mengajukan itu," jelas Lasro di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3).

Dia juga belum bisa memastikan apakah benar DPRD yang memasukkan anggaran tak jelas itu.

"Belum sampai ke situ. Semalam saya dan beliau saling konfirmasi bagaimana dengan DPA untuk pembahasan," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP