Polda Metro anggap 3 in 1 masih relevan diterapkan di Jakarta

"Itu harus dikaji dahulu oleh kami."

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Polda Metro anggap 3 in 1 masih relevan diterapkan di Jakarta
plang 3 in 1. mostlyjakarta.com

Polda Metro Jaya mengungkapkan rencana penghapusan sistem 3 in 1 yang dilempar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus melalui pelbagai kajian. Pasalnya, polisi sebagai salah satu stakeholder terkait menganggap 3 in 1 masih relevan diterapkan di ibu kota.

"Itu harus dikaji dahulu oleh kami, karena kami salah satu stakeholder pengemban kebijakan juga yang harus diajak bicara bagaimana merealisasikan atau mencabut suatu kebijakan, menurut pandangan kami masih sangat relevan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal di kantornya, Rabu (30/3).

Meski demikian, Iqbal masih enggan berpendapat lebih jauh lantaran harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait termasuk Pemprov.

"Jadi kami tak bisa asal memberi tanggapan," ujarnya.

Disinggung 3 in 1 dianggap sebagai ajang eksploitasi anak, Iqbal mengungkapkan itu merupakan masukan bagi semua instansi yang terkait.

"Itu wake up call bagi semua instasi terkait, tidak hanya polisi saja. Semua harus peduli ya. 3 in 1 itu kita lakukan sweeping terus kok. Kita lihat saja nanti keputusannya seperti apa," tutupnya.

Sebelumnya, wacana penghapusan 3 in 1 lantaran banyaknya joki yang ikut memboyong anak mereka yang masih berusia balita. Ini menjadi perhatian Ahok karena menganggap hal itu sebagai eksploitasi.

Dia berencana mengkaji ulang sistem three in one di sejumlah jalan protokol yang memberlakukan kebijakan tersebut. Rencana penghapusan sistem ini segera dibahas.

Rekomendasi