Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur memilih bertani sayuran di sela-sela bertugas. Mereka memanfaatkan lahan di bawah Jalan Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu).
Ketua Urban Farming Pilar Jati, Hasan, yang juga petugas PPSU Kelurahan Cipinang Melayu mengungkapkan, kegiatan ini sudah dimulai sejak awal 2021. Lahan pertanian mereka tepat di kolong Tol Becakayu yang tak jauh perempatan Pangkalan Jati.
"Kita dari awal Januari tahun ini. Inisiatif awal dari kelurahan. Waktu itu Pak Lurah bilang kan di sini gersang, kotor. Timbul inisiatif Pak Lurah untuk penghijauan ini," kata Hasan di lokasi. Demikian dikutip dari Antara, Senin (2/8).
Hasan menambahkan, saat ini setidaknya ada 300 meter persegi lahan yang telah dikelola oleh PPSU Kelurahan Cipinang Melayu menjadi pertanian kota dengan aneka macam jenis tanaman.
"Ada kangkung, bayam, sawi, selada, terong, kol, pare, jahe, kacang tanah, ubi. Kebanyakan sayur karena yang pertama kan bagus untuk keindahan. Kita di sini bukan mencari hasil. Buat keindahan aja, syukur-syukur ada hasil," ujar Hasan.
Hasan mengatakan, lahan pertanian kota yang dikelola tersebut dapat menghasilkan panen hingga 20 kilogram lebih. Hasilnya dibagikan ke petugas PPSU hingga warga sekitar.
"Kalau ada warga dateng minta enggak apa-apa. Kita kasih. Walaupun kita beli sendiri bibitnya tapi kan kita kerja ada hasilnya bukan semata yang kita cari hasil," tutur Hasan.
Dia berharap keberadaan lahan pertanian kota di kolong Tol Becakayu menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk melakukan kegiatan penghijauan lahan.
"Pertama juga untuk beri contoh warga sekitar sini untuk penghijauan. Sekarang sudah banyak juga warga yang mengikuti jejak kita," ujar Hasan.