Setelah gelombang unjuk rasa yang memadati area depan Gedung DPR RI, Jakarta, sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) segera bergerak membersihkan sisa-sisa demonstrasi. Upaya pembersihan ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula. Aktivitas bersih-bersih ini menjadi pemandangan rutin pasca-aksi massa besar di ibu kota.
Berdasarkan pantauan langsung, sekitar sembilan orang petugas PPSU dari Kelurahan Gelora, Jakarta Pusat, terlihat sibuk membersihkan area strategis tersebut. Mereka bekerja sama dengan petugas kebersihan dari kompleks parlemen untuk memastikan seluruh sampah dan puing terangkut. Proses pembersihan ini dimulai pada Sabtu pagi, sekitar pukul 09.45 WIB.
Pembersihan pasca demo DPR ini tidak hanya melibatkan tenaga manusia, tetapi juga alat berat. Satu unit forklift berwarna hijau dikerahkan untuk membantu mengangkat barikade batu yang sebelumnya digunakan sebagai penghalang. Kehadiran alat berat ini mempercepat proses pengangkatan material berat yang tidak bisa diatasi secara manual, menunjukkan koordinasi yang efektif dalam penanganan pasca-demo.
Advertisement
Advertisement
Upaya Cepat Petugas Kebersihan Mengatasi Sampah Demo
Petugas PPSU Kelurahan Gelora dan tim kebersihan parlemen menunjukkan dedikasi tinggi dalam membersihkan area depan Gedung DPR. Mereka bekerja sigap mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berserakan, mulai dari botol plastik, spanduk, hingga sisa makanan. Area yang sebelumnya dipenuhi massa kini perlahan kembali bersih berkat kerja keras mereka.
Proses pembersihan ini menjadi krusial untuk menjaga estetika dan kebersihan fasilitas publik. Sampah yang menumpuk pasca demonstrasi dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, respons cepat dari petugas kebersihan sangat diapresiasi.
Penggunaan forklift dalam pembersihan ini menandai efisiensi dalam penanganan material berat. Barikade batu yang dipindahkan dengan alat ini merupakan sisa dari pengamanan selama unjuk rasa. Kehadiran alat berat ini sangat membantu dalam memulihkan fungsi jalan dan area publik.
Advertisement
Advertisement
Insiden Tragis yang Memicu Gelombang Unjuk Rasa di Jakarta
Gelombang unjuk rasa di Jakarta, termasuk di depan Gedung DPR, dipicu oleh insiden tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan (21). Affan meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Peristiwa nahas ini terjadi di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Kericuhan di Pejompongan pecah setelah berbagai elemen masyarakat yang berunjuk rasa di sekitar kompleks parlemen dipukul mundur oleh aparat kepolisian. Insiden meninggalnya Affan memicu kemarahan publik dan serangkaian unjuk rasa susulan. Ratusan warga dan rekan sejawat pengemudi ojek daring kemudian menggelar aksi di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, menuntut keadilan.
Menanggapi insiden tersebut, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengungkapkan bahwa tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis tersebut sedang dalam proses pemeriksaan. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri juga telah merilis nama-nama anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden tersebut:
Advertisement
- Aipda M Rohyani
- Briptu Danang
- Bripda Mardin
- Baraka Jana Edi
- Baraka Yohanes David
- Bripka Rohmat
- Kompol Cosmas Kaju
Pemeriksaan terhadap para anggota ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum dan transparansi dalam menangani kasus yang menarik perhatian publik. Proses ini diharapkan dapat mengungkap kebenaran di balik insiden tragis yang menewaskan Affan Kurniawan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement