Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pedagang Sesalkan Kewajiban Kartu Vaksin di Pasar Tanah Abang

Pedagang Sesalkan Kewajiban Kartu Vaksin di Pasar Tanah Abang Masuk Pasar Tanah Abang wajib tunjukkan kartu vaksin. ©2021 Liputan6.com/Johan Oktavianus

Merdeka.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyesalkan adanya kewajiban menunjukkan kartu vaksin untuk dapat beraktivitas di Pasar Tanah Abang. Aturan itu dinilai menghambat transaksi.

"Akhirnya orang tidak sepenuhnya masuk ke pasar. Akhirnya orang tidak bisa leluasa seperti biasanya. apalagi di Tenabang, pembeli bisa dari mana-mana," jelas Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri di Pasar Tanah Abang, Jakarta (30/7).

Meskipun begitu, pihaknya akan berusaha menjalankan kebijakan pemerintah. Salah satunya dengan mendorong vaksinasi bagi pedagang.

"Sebenarnya kami menyesalkan adanya persyaratan untuk menggunakan kartu vaksin. Tapi apa pun itu kebijakan Pemda kami akan imbangi dengan vaksin-vaksin di seluruh pasar di DKI Jakarta dengan target 100 ribu pedagang," ungkap dia.

Begitu vaksinasi bagi pedagang sudah dilakukan, IKAPPI akan mencoba berdiskusi dengan Pemda agar ketentuan itu dicabut.

"Setelah itu (vaksinasi pedagang) kami akan lakukan komunikasi untuk tidak perlu ada itu lagi. Karena faktanya kita sudah lakukan vaksin untuk pedagang," kata dia.

"Setelah vaksinasi Ini dilakukan di seluruh pasar di Jakarta dilakukan, kita minta SK itu dicabut," tandas dia.

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya menerapkan kewajiban menunjukkan kartu vaksin saat hendak masuk ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aturan ini dibuat dengan pertimbangan persentase capaian penerima vaksin di Jakarta sudah cukup tinggi.

"Hal ini mengingat vaksinasi yang sudah cukup banyak dilakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta," ucap Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/7).

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP