Sebagian warga yang bermukim di Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, memilih mendirikan tenda tempat tinggal sementara setelah rumah mereka ditertibkan Pemprov DKI Jakarta, Kamis (1/9) pagi. Mereka memilih mendirikan tenda setelah menolak dipindahkan ke Rusun Marunda, Jakarta Utara. Mereka mendirikan tenda dari terpal plastik seadanya dengan diikat. Sementara penerangan memanfaatkan dari cahaya dari apartemen Kalibata yang berada di sebelah lokasi penggusuran.Salah satu warga korban penggusuran, Beni terlihat memasang tenda dengan terpal plastik sebagai atapnya untuk tinggal bersama keluarganya. Padahal menjelang malam di kawasan tersebut terasa angin berhembus sangat kencang dan dan disertai hujan dengan kapasitas ringan."Kami sekeluarga tinggal di sini, tapi ini karena hujan anak-anak kecil diungsikan dulu di musala," kata BeniBeni bersama 50 kepala keluarga lainnya di RT 09 RW 04 tidak mau direlokasi di rumah susun (rusun) Marunda yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta."Saya nggak mau pindah ke rusun Marunda, soalnya jauh dari tempat saya kerja yang sehari-hari sebagai sopir, di mana bos saya dekat sini tinggalnya," kata Beni.Penertiban ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan mengerahkan 500 personel gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian. Meski warga sempat menolak hingga terjadi kericuhan, penertiban itu berjalan lancar.
Ogah pindah ke Rusun Marunda, warga pilih dirikan tenda di Rawajati
Mereka mendirikan tenda dari terpal plastik seadanya dengan diikat.