Nelayan protes reklamasi bakal direlokasi ke pulau di Teluk Jakarta

Pulau itu dijanjikan Ahok ada berbagai fasilitas mulai rusun tempat budi daya ikan dan bisa jadi tempat wisata ke depan.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Nelayan protes reklamasi bakal direlokasi ke pulau di Teluk Jakarta
Ilustrasi Nelayan. ©2014 Merdeka.com

Proyek reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta tengah berlangsung. Dengan adanya proyek tersebut, diduga dapat mengganggu kerja nelayan di kawasan tersebut. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tahun depan berencana akan merelokasi warga di pesisir ke sebuah pulau.Pulau tersebut, katanya, akan dilengkapi berbagai fasilitas dan infrastruktur guna menunjang hidup warga di Teluk Jakarta tersebut. Menurut Pria yang akrab disapa Ahok, Pemprov DKI Jakarta sedang membangun permukiman dan rusun yang berkualitas bagi masyarakat."Makanya saya lagi berpikir mau siapin pulau untuk pindahin mereka lebih depan. Nah sekarang, tahun depan kita lagi membuat budi daya yg banyak. Saya sampai bilang musti buatin rumah susun 2-3 lantai di sana," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (2/12).Selain rusun, mantan Politisi Gerindra ini juga akan menyiapkan genset, penyulingan air laut, membangun tambak dan mendanainya untuk budidaya ikan bagi warga Teluk Jakarta. Dia berharap, nantinya pulau tersebut dapat diproyeksikan menjadi tempat wisata."Jadi tempat wisata, pasangin genset, pasangin reverse osmosis (penyulingan air laut), dia budi daya ikan, kami yang sediakan bibit, pupuk ikan, kami siapkan. Tambak ikan disiapkan. Lalu bagi hasil dengan nelayan yang mau kerja," terangnya.Jika budidaya telah memberikan hasil, Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan sistem bagi hasil yang menguntungkan bagi warga di kawasan itu, yakni"Itu ada hasil 20 persen bagian kami si nelayan kami kasih 80 persen setelah dipotong pakan bibit dan obat. Itu yang kami lakukan, akan kami lakukan tahun depan supaya saya mau pindahin semua yang main kerang hijau pindah biar piara kerang hijau di pulau saja," pungkasnya.Kemudian, untuk fasilitas transportasi, mantan Bupati Belitung Timur ini juga sedang menyiapkan kapal dengan biaya rupiah per mil. Ia mengimbau kepada warga yang akan direlokasi untuk membuat rekening Bank DKI agar tidak dikenakan ongkos operasional."Saya udah mau lelang rupiah per mil untuk kapal ke pulau seribu tiap satu atau setengah jam saya enggak tahu. Nanti diatur. Buat penduduk pulau seribu yang nelayan yang udah punya ATM Bank DKI tidak perlu bayar ongkos kapal," tutupnya pada wartawan.

Rekomendasi