Kasus Covid-19 di Indonesia mulai meningkat sejak awal Januari 2022. Peningkatan ini sejalan dengan terus bertambahnya kasus Covid-19 varian Omicron.
Hingga 8 Januari 2022, kasus Omicron mencapai 414 orang. Ahli epidemiologi memprediksi, kenaikan kasus ini merupakan alarm gelombang ketiga pandemi Covid-19.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memastikan sudah menyiapkan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, oksigen, hingga obat untuk mengantisipasi gelombang ketiga pandemi Covid-19.
"Alatnya apa sudah semua, insya Allah tidak mendahului tidak akan ada masalah. Belajar dari kejadian luar biasa bulan Juni, Juli. Tahun lalu kita belajar, semua tenaga kesehatan standby, baik obat, fasilitas," katanya, Senin (10/1).
Selain memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kemudian meminta masukan pakar kesehatan, ahli epidemiologi, lalu memerintahkan instansi di jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
"Sudah ada instruksi gubernur, instruksi mendagri, dari pemerintah pusat, semua kita koordinasikan," ujarnya.
Riza menyebut, keterpakaian fasilitas kesehatan di DKI Jakarta mulai meningkat. Data 9 Januari 2022, bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 naik menjadi 9 persen. Data sebelumnya hanya 4 persen.
"Begitu juga ICU dari 604 sudah terpakai 31. Ini sedikit peningkatannya," ucapnya.
Advertisement
Jangan Panik
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia akan menghadapi gelombang Covid-19 varian Omicron. Saat ini, pemerintah sudah mendeteksi 414 kasus Omicron.
Meski Omicron sudah bertransmisi lokal, Budi meminta masyarakat tidak panik. Dia memastikan pemerintah sudah mempersiapkan berbagai hal untuk menghadapi gelombang Omicron.
"Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron ini. Tidak usah panik, kita sudah mempersiapkan diri dengan baik," katanya dalam konferensi pers, Senin (10/1).
Menurut Budi, pemerintah sudah mempelajari pola penularan Omicron. Berdasarkan kondisi di sejumlah negara, kasus Omicron meningkat dengan cepat, namun menurun dalam waktu singkat.
"Pengalaman menunjukkan, walaupun naiknya cukup cepat tapi gelombang Omicron ini turunnya pun cepat," ujarnya.
Sarjana Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Dia juga meminta masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerima vaksinasi.
"Paling penting percepat vaksinasi keluarga kita, rekan-rekan kita yang belum mendapatkan vaksinasi," tutupnya.