Pelaksanaan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tinggal satu tahun lagi. Masing-masing partai politik saat ini tengah merancang strategi demi merebut kursi DKI 1.Terlebih calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah mendeklarasikan diri untuk maju dalam pemilihan kepala daerah mendatang secara independen. Menggaet kepala BPKAD DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Ahok mantap maju lewat jalur independen.Partai Gerindra yang dulu mendukung Ahok maju bersama Jokowi di Pilgub 2012 lalu pun telah menetapkan diri untuk tidak lagi mendukung mantan Bupati Belitung itu. Berbagai cara dilakukan partai besutan Prabowo Subianto itu untuk mencari sosok sepadan yang bisa mengalahkan Ahok kelak.Saat ini, partai berlambang burung garuda itu telah menetapkan tiga nama yang telah lolos dari tahap penjaringan, yakni; pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra; pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno dan mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.Selain telah menetapkan tiga nama tersebut, DPD Gerindra DKI juga terus membuka komunikasi dengan partai-partai lain dengan membawa tiga nama calon terbaiknya. Komunikasi pun dibangun tidak hanya dengan berbagai partai politik, tapi juga dengan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU)."Ketiga nama itu kan sudah kita komunikasikan dengan parpol, Demokrat, PKS, Golkar, PKB, PAN. Hari Rabu saya dengan PDIP," Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (20/5).
Advertisement
Belakangan kabar beredar Gerindra lebih memilih mantan Sjafrie Sjamsoeddin dibandingkan calon-calon lainnya. Dibandingkan dua nama lainnya memang Sjafrie tampak tidak terlalu menggembar gemborkan dirinya pada awak media.Meski demikian, Taufik menyebutkan, ketiga nama calon itu memiliki cara masing-masing untuk mempopulerkan diri mereka. Ada yang dengan sengaja mengundang wartawan, dan ada pula melakukannya secara diam-diam."Gerindra membebaskan kepada calon untuk melakukan komunikasi dengan caranya. Ada yang diam-diam, ada yang terbuka. Silakan, kita yang nilai," kata Taufik.Walaupun tidak banyak mendapatkan sorotan dari media, laporan yang diterima Gerindra pensiunan jenderal TNI ini kerap melakukan safari politik yang hasilnya cukup positif."Sjafrie bukannya enggak komunikasi. Komunikasi secara silent. Kita buktikan ketika datang ke kelompok masyarakat tertentu, 'dia ngomong Pak Ketua Gerindra, kami baru ketemu Pak Sjafrie kemarin. Oooh ternyata dia komunikasi secara silent," tutup Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini.Ahok, sang calon petahana pun telah mendengar kabar Gerindra akan memilih Sjafrie untuk dicalonkan di Pilgub DKI mendatang."(Dukung Sjafrie) Mungkin. Tadi juga dengar-dengar dari gosip-gosip juga. Kelihatannya juga mungkin Pak Sjafrie," kata Ahok usai menyambut kedatangan Presiden Jokowi dari Rusia di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (21/5).
Advertisement
Meski tersingkir dari Gerindra, Ahok mengaku ikhlas posisinya digantikan oleh siapapun. Dia juga tak mempermasalahkan dicalonkannya Sjafrie untuk melawannya di Pilgub DKI nanti."Ya enggak apa-apa lah. Semua orang kan berhak nyalon, untuk menyampaikan program-program masing-masing kan. Enggak masalah sih saya kira," ujar Ahok.Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengaku belum ada keputusan siapa yang bakal diusung oleh partainya. Menurutnya, siapa pun yang akan diusung nanti bisa memenangkan Pilkada, dan yang terpenting bisa mengutamakan kepentingan masyarakat dan kepentingan bangsa."Kita belum putuskan siapa. Nanti dari teman-teman DPD DKI yang sedang melakukan kajian, analisa survei-survei siapa yang harus diusung. Apakah dari internal atau dari eksternal partai. Calon yang terbaik yang diusung kita ingin kader kita yang diusung yang memenangkan Pilkada, juga lebih baik pengharapan semua partai," kata Riza, usai diskusi Peta Politik Pasca Munaslub, Jakarta, Sabtu (21/5).Riza menegaskan siapapun nantinya yang terpilih dalam penjaringan, Partai Gerindra berharap calon bisa membawa Jakarta ke arah lebih baik. Bukan secara fisik melainkan mampu mengubah dari sisi manusianya."Yang penting harapan kami calon yang diusung nanti tidak sekadar memenangkan Pilkada, tapi juga mengubah kota Jakarta lebih baik, lebih manusiawi dan lebih beradab. Jangan hanya mengedepankan fisik tapi juga mengubah manusianya itu sendiri," tutup Riza.