Sebanyak 1.313 orang di DKI Jakarta tercatat positif Covid-19 varian Omicron per 22 Januari 2022. DKI merupakan penyumbang tertinggi kasus positif varian Omicron.
Menanggapi itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui tingginya mobilitas maupun interaksi yang terjadi di ibu kota negara.
Tidak sedikit warga keluar masuk Jabodetabek, terutama Jakarta. "Interaksi di Jabodetabek sangat tinggi dan warga Jabodetabek itu keluar, juga mungkin ke daerah-daerah lain di luar Jabodetabek," kata Riza kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (24/1).
"Jadi dimungkinkan penularan bisa saja melalui warga dari luar yang ada di Jabodetabek," sambungnya.
Untuk itu, ia mengimbau warganya untuk terus mematuhi protokol kesehatan (prokes). "Pastikan kita hadir dimanapun menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan hindari kerumunan, kurangi mobilitas hindari makan bersama. Itu hal-hal yang sudah menjadi ketentuan. Patuhi menjadi satu kehidupan kita sehari-hari," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan kasus varian baru Covid-19 di Jakarta terus mengalami peningkatan. Kata dia, sebanyak 1.313 orang dinyatakan terpapar Omicron pada Sabtu (22/1).
"Sebanyak 854 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 459 lainnya adalah transmisi lokal," kata Dwi dalam keterangan tertulis.
Lalu kata dia, untuk proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Vaksinasi dosis pertamanya di Jakarta mencapai 12.099.328 orang atau 120 persen. Yakni dengan proporsi 71 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 29 persen warga KTP non DKI.
Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 9.706.064 orang atau 96,3 persen dengan proporsi 72 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 28 persen warga KTP non DKI.