Kapolda tegaskan Fahreza Jakmania tewas bukan karena dianiaya polisi

"Nah dia ngomong dipukul polisi, nah ini kan menyesatkan ini berita. Tolong diluruskan," kata Irjen Moechgiyarto.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Kapolda tegaskan Fahreza Jakmania tewas bukan karena dianiaya polisi
garis polisi. shutterstock

Salah satu Jakmania, Fahreza (16) meninggal dunia, setelah menonton pertandingan Persija VS Persela di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (13/5) kemarin. Fahreza mengalami luka bagian mulut dan kepala.Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto menepis isu yang berada Fahreza terluka karena dianiaya polisi."Bahwa setelah kita bentuk tim pencari fakta dan ada bukti-bukti yang lengkap, itu tidak ada sama sekali info yang menyesatkan bahwa polisi yang memukul. Itu sangat keliru," kata Kapolda Moechgiyarto kepada wartawan, Selasa (17/5).Moechgiyarto mengungkapkan, berdasarkan data yang diperoleh, tewasnya Fahreza karena ribut dengan sesama suporter. Saat itu, suporter sempat ada yang terluka."Waktu itu mau dibawa tapi menolak, karena korban merasa sehat. Nah kemudian dia pulang naik sepeda motor. Kecelakaan. Ada data di RS bahwa dia kecelakaan itu ada," ucapnya."Nah dia ngomong dipukul polisi, nah ini kan menyesatkan ini berita. Tolong diluruskan. Terus di media sosial kan juga banyak berita. Nah itu nggak betul berita itu," tegasnya.Atas kejadian ini, lanjut Moechgiyarto, pihaknya akan menyelidiki kasus kematian Fahreza."Makanya sekarang ini sedang kita dalami dan kita lakukan penyelidikan terkait itu," tutupnya.

Rekomendasi