Integrasi moda transportasi, KMT bisa dipakai buat naik Transjakarta

Integrasi ini akan dimulai dari dua stasiun teramai di Jakarta.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Integrasi moda transportasi, KMT bisa dipakai buat naik Transjakarta
E-tiket Commuter Line Lingkar Jakarta diuji coba . ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Guna meningkatkan penggunaan transportasi umum, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) berencana mengintegrasikan kereta rel listrik (KRL) dengan bus Transjakarta. Integrasi kedua moda transportasi ini akan dimulai dari dua stasiun teramai di Jakarta."Saat ini kebanyakan penumpang tidak terakomodir dengan baik, salah satunya di Stasiun Tebet oleh karena itu kita memulai rencana integrasi di stasiun tersebut," ucap Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), MN Fadhila di Jakarta, Jumat (4/12).Dia menambahkan, Stasiun Tebet menjadi prioritas karena termasuk stasiun dengan arus penumpang terpadat. Lalu, dia merencanakan Kartu Multi Trip (KMT) yang biasa digunakan penumpang KCJ agar bisa digunakan sebagai alat pembayaran tiket Transjakarta."Kalau kita melihat saat ini 65 persen transaksi penumpang KRL menggunakan KMT, maka jika diintegrasikan KMT dapat menjadi alat bayar di Transjakarta akan sangat memudahkan penumpang KRL yang akan menggunakan Transjakarta," lanjutnya."Proyek integrasi ini adalah hal yang tepat agar penumpang terakomodir dengan baik saat tiba. Kebutuhan kendaraan pengumpan dari Transjakarta pada sejumlah Stasiun KRL dianggap tepat jika melihat pertumbuhan penumpang KRL yang sangat pesat," tandasnya.

Rekomendasi