Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan ada perluasan kawasan ganjil genap. Langkah itu merupakan salah satu upaya Pemprov memperbaiki kualitas udara Jakarta.
"Pertama kita akan melakukan perluasan rute-rute jalan yang mengharuskan pelat nomor ganjil genap ini akan kita lakukan perluasan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/8).
Anies mengatakan, waktu ujicoba masih dibahas, namun kemungkinan pekan depan atau sepanjang bulan Agustus. Sementara penerapannya batu akan dimulai pada 1 September.
"Akan ada periode ujicoba sama seperti pada saat tahun lalu ada ujicoba, sesudah itu baru fase enforcement tapi enforcement hampir pasti kita ke tanggal 1 September," jelas Anies.
Sementara untuk rute perluasan, Anies menyebut akan diumumkan pekan depan.
"Rutenya insyallah awal pekan depan, kita akan umumkan itu periode uji coba dari mulai pekan depan sampai akhir bulan Agustus," tandasnya
Meski belum diumumkan, rute rencana perluasan Ganjil-Genap sudah beredar.
Berikut rutenya:
Rencana perluasan:
a. Jalan Pintu Besar Selatan - Jalan Hayam Wuruk/Jalan Gajah Mada - Jalan Majapahit - existing - Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan RS Fatmawati (sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang).
b. Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya.
c. Jalan Pramuka - Jalan Tambak - Jalan Sultan Agung - Jalan Galunggung.
d. Jalan Gunung Sahari - Jalan Senen Raya - Jalan Kramat Raya - Jalan Salemba Raya.
Existing:
Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, sebagian Jalan Jenderal S Parman dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun.
Selanjutnya, Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com