Garap LRT, Ahok tunjuk PT Jakpro dan PT Pembangunan Jaya

"Pokoknya saya ingin akhir tahun ini pembangunan LRT dimulai," tegas Ahok.

Mohammad Yudha Prasetya
Garap LRT, Ahok tunjuk PT Jakpro dan PT Pembangunan Jaya
LRT Manila. ©wikipedia.org

Pemprov DKI menunjuk dua BUMD-nya PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Pembangunan Jaya, untuk menggarap proyek kereta rel ringan atau Light Rail Transit (LRT). Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan Perpres Nomor 38/2015, tentang kerjasama infrastruktur dengan pihak ketiga."Kami bisa tugaskan mereka langsung. Mereka bangun infrastrukturnya, baru kami beli balik," ujar Ahok itu di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6).Selain itu, Pemprov DKI Jakarta akan langsung memberi penyertaan modal pemerintah (PMP) untuk PT Jakpro, sebesar Rp 7,7 triliun pada APBD Perubahan 2015."Pokoknya saya ingin akhir tahun ini pembangunan LRT dimulai," ujarnya.Selanjutnya, pemprov menganggarkan Rp 500 miliar untuk membangun rel sepanjang satu kilometer pada koridor I (Kelapa Gading-Kebayoran Lama) pada APBD Perubahan 2015. Anggaran pembangunan LRT sepenuhnya akan dibiayai oleh APBD DKI Jakarta, tanpa ada bantuan dari pemerintah pusat.Pemprov DKI juga bakal mengajukan anggaran Rp 3 triliun pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2016 untuk LRT.Rencananya pembangunan LRT ini mencapai tujuh koridor, dengan sejumlah rute yakni, Kebayoran Lama-Kelapa Gading (21,6 km), Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km), Joglo-Tanah Abang (11 km), Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km), Pesing-Kelapa Gading (20,7 km), Pesing-Bandara Soekarno-Hatta (18,5 Km), dan Cempaka Putih-Ancol (10 km).Ketujuh rute tersebut nantinya juga akan tersambung dengan rute LRT yang akan dibangun pemerintah pusat melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya dengan rute Cibubur-Cawang-Grogol. Total panjang rel mencapai 70 kilometer.

Rekomendasi