Ada yang berbeda dari program "Betawi Punya Gaya (Begaya)" Bens Radio, Kamis (12/1) pagi tadi. Sebab, acara yang dipandu Arya Tanjidor dan Tiwi Bernani ini, menghadirkan Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan.Dalam kesempatan tersebut, Anies secara terbuka menjawab pertanyaan alasannya kembali ke politik melalui Pilkada Jakarta 2017. Bahkan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, mendorong agar orang-orang baik masuk dunia politik. "Kalau orang tidak bermasalah hanya membayar pajak, siapa yang mengelola uang pajak? Kalau ada orang tak bermasalah masuk politik, kenapa dipermasalahkan?" ujarnya sembari tersenyum.Eks ketua Komite Etik KPK ini juga menerangkan, Jakarta perlu diubah dan dirinya tidak menolak jika diminta mengambil tanggung jawab. Pasalnya, ada konsekuensi besar bila petahana kembali memimpin."Pertama, dari persatuan. Karena kata-katanya yang memecah-belah. Dan kedua, pada keadilan untuk keluarga-keluarga pra-sejahtera," papar Anies.Persatuan, menurut Anies, harus dikembalikan di ibukota dan harus ditunjukkan dari pemimpinnya. Anies memandang, berbeda bukan berarti bermusuhan."Lawan bukan musuh. Lawan apapun, sejatinya adalah teman. Lawan debat adalah teman berpikir. Lawan bertanding adalah teman bermain," imbuh Anies.Di akhir penjelasannya, Anies menegaskan bahwa Jakarta harus kembali bersatu. "Jakarta jangan terkotak-kotak. Dan itu semua dimulai dari kita (Anies-Sandi). Kita memberi contoh. Boleh berbeda di masa lalu. Tapi, bisa bersatu, bisa bekerja sama," tutup Anies.Untuk diketahui, Anies dan pasangannya, Sandiaga Uno, berbeda pilihan pada Pemilihan Presiden 2014. Kala itu, inisiator Indonesia Mengajar ini mendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Sandiaga, di pihak Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto.
Ditanya alasan maju Pilkada, Anies bilang Jakarta perlu berubah
Anies mendorong agar orang-orang baik masuk dunia politik.