Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan menangkap tiga orang pembunuh nenek Jeane Setyadi (78). Sementara, satu pelaku lainnya inisial RU masih diburu keberadaannya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan usai membunuh nenek Jeane, para pelaku mengambil barang berharga milik korban seperti perhiasan dan handphone. Usai mengambil, para pelaku menjual ke penadah.
"Emas ini seharga Rp 60 juta ya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/7).
Dijelaskan Argo, pelaku yang memukul nenek Jeane hingga tewas berprofesi sebagai sales.
"Pelaku mengambil gelas lalu pakai besi sepanjang kurang lebih 60 cm memukul lagi. Besi itu milik tetangganya korban. Jadi itu (besi) sedang dikirim ke labfor. Kita akan cari tahu, (soalnya) ada darah di besi, untuk mengidentikkan," beber Argo.
Sementara itu, Panitia IV Subdit Resmob AKP Nur Magantara menambahkan, hasil penjualan pencurian itu dihabiskan untuk sehari-hari.
"Ya mereka pakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari," kata Nur.
Sebelumnya diberitakan, Nenek Jeane ditemukan tewas di kediamannya, di Kompleks Loka Permai, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Minggu (27/5) lalu.
"Tiga orang yang kita amankan, yang pertama inisial MIF adalah perannya sebagai memukul menggunakan gelas ke korban dan menggunakan besi sekitar 60 cm. Lalu ada AS si penadah perhiasan emasnya (korban), dan ES penadah handphone," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/7).