Cara-cara Anies Baswedan Antisipasi Agar Air Laut Tak Sampai HI

Anies Baswedan telah menyiapkan cara agar air laut tidak sampai Bundaran Hotel Indonesia atau HI dan Jakarta tidak tenggelam.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Cara-cara Anies Baswedan Antisipasi Agar Air Laut Tak Sampai HI
Antisipasi Anies Agar Air Laut Tak Sampai HI. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyiapkan cara agar air laut tidak sampai Bundaran Hotel Indonesia atau HI dan Jakarta tidak tenggelam. Hal ini terkait komentar Calon Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa air laut Utara Jakarta akan mencapai Bundaran Hotel Indonesia pada tahun 2025.

"Air laut di bagian utara Jakarta meninggi, UN (United Nations) memprediksi, diperkirakan air di Tanjung Priok pada 2025 akan sampai pada Hotel Kempinski, Hotel Grand Hyatt, Bundaran HI," ujar Prabowo.

Berikut ini cara Anies mengantisipasi air laut agar tidak mencapai HI:

Anies mengaku telah menyiapkan antisipasi dari ancaman banjir air laut. Salah satu antisipasi yang dimaksud Anies adalah National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau tanggul laut raksasa.

"Mengapa di sana dibangun program NCICD dengan pemerintah pusat? Untuk tanggul yang berada di pantai, dan itu akan kami teruskan, kami akan tuntaskan. Harapannya untuk menjaga, mengamankan," kata Anies soal banjir air laut.

Solusi lain, Anies mengaku, akan melarang penyedotan air tanah. Sebab penyedotan tersebut menyebabkan turunnya permukaan tanah. Kemudian, Pemprov DKI juga akan membangun drainase vertikal secara masif.

"Harapannya saat musim penghujan kita membantu mengisi tanah-tanah kita dengan air yang cukup," jelas Anies.

Kepala Dinas Tata Air DKI, Teguh Hendrawan mengatakan Pemprov DKI memiliki solusi salah satunya terus membatasi penggunaan air tanah dan memperluas penggunaan air pipa. Selain itu, pihaknya juga akan mengurangi aliran air yang berujung ke laut. Apabila aliran sungai atau banjir kembali ke laut, maka hal itu membuat permukaan laut kian meninggi dan memperparah penurunan muka tanah Ibukota.

"Air kiriman Bogor, hujan lokal tidak dikelola dan ke laut, Pak gubernur bilang jangan sampai terjadi lagi. Bagaimana mengelola air hujan di tengah dan dikelola sebagai air baku," kata Teguh.

Salah satu permasalahan di Jakarta Utara yakni terkait banjir rob yang rutin terjadi, terkait hal tersebut Wali Kota Jakarta Utara Syamsudin Lologau mengatakan cara menanggulangi dengan membenarkan turap yang longsor.

"Penanggulangannya robnya itu kan ada turapnya yang longsor, perintah Pak Gubernur diperbaiki dulu itu," jelas Syamsudin.

Semoga banjir air laut tidak terjadi setelah ada upaya pencegahan.

Rekomendasi