Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkilah banjir yang sempat menerjang kawasan Jakarta Selatan disebabkan bangunan yang berdiri di atas saluran air. Atas alasan itu pula, Basuki akan terus menggalakkan penertiban."Yang paling banyak saya katakan Jakarta Selatan. Karena hampir seluruh saluran air dibuat rumah," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/8).Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengungkapkan, kondisi ini menyebabkan banyak kali, sungai dan saluran penghubung (PHB) yang mengecil. Contohnya, sungai yang semula memiliki lebar 20 meter hanya tersisa menjadi tiga meter."Sekarang coba bayangin saja, air datang mereka cuma pakai turap beton, terus di atasnya rumah," tegasnya.Mantan Bupati Belitung Timur ini menambahkan, bangunan tersebut harus ditertibkan secara bertahap. Mengingat terganggunya aliran air hingga memicu genangan.Bahkan, Pemprov DKI Jakarta berencana akan membeli lahan warga yang tinggal di daerah cekungan dan menjadikannya cembung. "Kami sudah mau beli, tapi mereka enggak mau jual," tutup Ahok.Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang melanda DKI Jakarta sejak Pukul 19.00 WIB tadi. Akibatnya, terjadi banjir parah di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. 100 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terjebak banjir, sebanyak 75 Kepala Keluarga sudah mengungsi, sisanya masih bertahan di rumah masing-masing.Banjir tepatnya terjadi di Jalan Melati Rp 09/02, Kelurahan Pondok Labu. Laporannya, tak cuma banjir tapi juga longsor. Banjir tersebut telah memakan seorang korban jiwa bernama Darsem, korban tewas lantaran tertimpa tembok roboh bukan terseret banjir.
Ahok sebut banjir di Pondok Labu gara-gara bangunan di atas saluran
Ahok menyebut bangunan-bangunan tersebut pantas ditertibkan.
Advertisement
Rekomendasi