Ahok: Saya tak terima PNS baru, buang uang saja enggak efektif!

Pada enam ratusan PNS yang baru dilantik, Ahok berpesan bila coba-coba korupsi langsung dipecat.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahok: Saya tak terima PNS baru, buang uang saja enggak efektif!
Ahok tinjau ujian SD. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Pemprov DKI Jakarta melantik 649 pejabat eselon III dan eselon IV. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak ada zona aman bagi pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.Basuki atau akrab disapa Ahok mengatakan, PNS yang baru saja dilantik jangan terlalu senang. Mereka harus menunjukkan kinerja yang baik agar tetap bisa berada di posisinya."Tidak ada zona aman di DKI sekarang. Setiap saat bapak ibu bisa dicopot jika tidak berkinerja baik," ungkapnya usai melantik eselon III dan IV di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5).Dia mengungkapkan, dua alasan melakukan perombakan besar-besaran ini. Pertama karena terlalu banyak pegawai. Kedua karena pelayanan yang didapat masyarakat belum optimal, walaupun sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. "Masih ada birokrat yang menerima suap, malas bekerja, ataupun korupsi dengan alasan gaji tidak cukup. Makanya sekarang kita naikkan gaji PNS di DKI ini," tegas mantan Bupati Belitung Timur ini.Ahok menegaskan, tidak akan segan memecat PNS yang kedapatan menerima suap atau korupsi dari jabatannya dan juga statusnya sebagai pegawai pemerintah. Langkah tegas ini diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 3 tahun 2010."Kalau sudah nyolong duit langsung pecat sebagai PNS, ada dasarnya kok di PP nomor 3 tahun 2010. Saya lebih memilih pecat PNS sebanyak mungkin karena tidak efektif PNS banyak. Saya juga tidak mau nerima PNS baru, buang uang saja," jelasnya.Suami Veronica Tan ini mengharapkan, pelantikan yang dilakukan bisa menunjukkan perubahan yang besar bagi Jakarta. Sebagai ibu kota, Jakarta harus memberikan contoh yang baik kepada provinsi lainnya, khususnya dalam bidang pelayanan masyarakat. "Saya harap Jakarta betul-betul menunjukkan perubahan yang besar. Warga DKI tidak bisa lagi nunggu-nunggu. Malu kita sebagai negara Indonesia kalau ibu kota saja tidak bisa diurus dengan baik," tutupnya.

Rekomendasi