Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama selalu mengkritik pejabat yang kerap lalai dalam melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk itu dia selalu berteriak keras mengenai rencana pembuktian terbalik harta pejabat.Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, selalu mengupdate LHKPN. Bahkan saat jelang Pilkada DKI 2017 ini, dia telah melaporkan kekayaannya."Ini baru masukin lagi (LHKPN ke KPK) kan mau nyalon (di Pilkada Jakarta)," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (29/9).Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku sempat akan menjadi model pejabat yang rajin melakukan LHKPN oleh KPK dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Bahkan, lembaga antirasuah telah menyambangi kediamannya untuk melakukan wawancara."Saya tiap kali update dong, apa lagi kalau kemaren kan saya mau dijadiin modelnya LHKPN sama KPK. Sampai duit tahun 1999 ditanya dapat dari mana, semua rekening bank saya di buka. Habis itu enggak jadi, batal," terangnya.Namun sayang, Ahok batal dijadikan model pejabat yang rajin melaporkan LHKPN oleh KPK. "Yang batal kan tadi dia mau memperingati hari antikorupsi se-dunia di Bandung, dari KPK, dia ingin ada pejabat yang jadi model LHKPN. Kan saya kan patuh," ungkapnya.Selain itu, mantan politisi Gerindra ini mengaku tidak pernah menyimpan uang di luar negeri. Sehingga tidak perlu ada laporan kepada ke KPK. "Ada sih satu (rekening bank) di luar negeri di Singapore, tetapi dia tahu kita lapor, punya istri saya, soalnya dulu dia sekolah di sana," tutup Ahok.
Ahok klaim sempat ingin dijadikan model LHKPN oleh KPK tapi tak jadi
Ahok klaim sempat ingin dijadikan model LHKPN oleh KPK tapi tak jadi. Ahok mengaku sempat akan menjadi model pejabat yang rajin melakukan LHKPN oleh KPK dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Bahkan, lembaga antirasuah telah menyambangi kediamannya untuk melakukan wawancara.