Viral di media sosial, Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, disebut rusak parah akibat badai. Dalam tayangan yang beredar, sejumlah unsur bangunan disebut berjatuhan saat kondisi hujan dan angin. Pihak PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) pun meluruskan narasi tersebut.
Dikonfirmasi Executive General Manager Bandara Internasional Kertajati, Nuril Huda narasi kerusakan parah yang dialami oleh bandara besar di Majalengka itu disebut tidak benar.
Walau begitu, pihaknya mengakui jika hujan angin yang terjadi Sabtu (17/12) sore itu, memang sedikit menimbulkan kerusakan pada sekat gypsum di lantai dua. Berikut klarifikasinya
Advertisement
Menurut Nuril, kejadian hujan disertai angin pada Sabtu menjelang petang itu memang berdampak ke bangunan bandara. Namun Ia memastikan hanya sebagian kecil saja, sehingga bandara disebut masih aman.
Menurutnya, yang rusak adalah bagian sekat gypsum saja di lantai dua. Dan sekat itu merupakan pembatas ruangan, karena akan dibangun untuk fasilitas musala.
"Bangunan yang dimaksud (diinformasikan rusak) adalah sekat gipsum yang berada di lantai dua yang memang dibuat sementara karena nantinya akan dibangun untuk Musholla," ungkap Nuril, merujuk ANTARA, Senin (19/12)
Advertisement
Nuril juga menepis informasi yang menyebut jika plafon di Bandara Kertajati mengalami ambrol.
Menurut dia, bahan dari sekat gypsum di sana memang dibuat sementara, dengan bahan yang berbeda dengan yang lainnya yang menggunakan kaca. Walau begitu ini tidak berdampak besar ke operasional bandara.
"Jadi sekat tersebut struktur materialnya berbeda dengan yang lainnya di mana yang lainnya strukturnya facade kaca yang keseluruhannya tidak terjadi masalah apa apa dengan hujan badai," ujarnya
Adapun hujan deras disertai angin sendiri terjadi pada Sabtu, sekitar pukul 16.23 WIB
Advertisement
Untuk saat ini, dipastikan jika area yang terdampak dari hujan badai tersebut sudah dibersihkan dan ditangani oleh tim dari pihak Bandara Kertajati.
Berdasarkan informasi dari BMKG, kecepatan angin saat terjadi badai sebesar 58 knot atau 107 km per jam. Kondisi ini menyebabkan embusan angin terbesar yang pernah ada di wilayah bandara.
"Untuk fasilitas lainnya baik di Sisi Udara seperti Ruang Tunggu, Apron, Runway dan lain-lain juga dalam keadaan baik dan di Sisi Darat seperti Checkin Counter serta fasilitas lainnya juga dalam keadaan baik," terangnya.
Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tidak memercayai berbagai berita yang beredar, dan mengatakan bahwa Bandara Kertajati di Majalengka mengalami rusak parah hingga mengalami plafon ambruk.