Songpyeon, kue manis dan imut yang jadi primadona musim gugur

Kue manis berbentuk imut yang masih saudara dengan tteokbokki ini adalah sajian khas musim gugur di Korea Selatan.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Songpyeon, kue manis dan imut yang jadi primadona musim gugur
Kue Songpyeon. ©2014 Merdeka.com/www.koreataste.org

Bulan September dan Oktober seperti ini merupakan waktu daun-daun berguguran di Korea Selatan. Dan musim gugur seperti ini adalah saatnya warga Korea menyantap Songpyeon. Menurut Wikipedia, songpyeon adalah kue tradisional yang biasa disajikan saat perayaan. Kue kukus ini termasuk jenis tteok, sebutan untuk makanan kecil yang terbuat dari ketan.Songpyeon berbentuk seperti bulan sabit dalam berbagai warna.Bagian dalamnya diisi biji wijen dan madu, selai kacang merah, atau cokelat leleh. Kue ini kemudian dikukus di atas tumpukan daun pinus jarum untuk memberikan aroma pohon pinus segar. Dari sanalah kata song dari songpyeon yang berarti pinus berasal. Biasanya songpyeon juga disajikan dengan daun-daun pinus jarum sebagai hiasan.

Photo by www.koreaherald.com

Photo by www.koreataste.orgMakanan yang masih bersaudara dengan tteokbokki ini merupakan bagian penting dari tradisi festival musim gugur Chuseok. huseok adalah festival panen yang dirayakan warga Korea pada hari ke-15 bulan ke-8. Saat Chuseok biasanya warga Korea menyiapkan berbagai makanan tradisional untuk persembahan bagi leluhur, antara lain buah anggur, pir, apel. ikan, ayam, dan kue-kue kecil di meja altar.

Photo by discoveringkorea.com

Photo by english.chosun.comSaat festival Chuseok berlangsung, biasanya keluarga membuat kue songpyeon bersama-sama. Kemudian kue-kue ini dihantarkan kepada para tetangga yang biasanya juga menyajikan kue yang sama. Tradisinya tidak beda jauh dengan saling hantar kue apem menjelang lebaran di Jawa.

Rekomendasi