Plagiarisme dianggap sebagai salah satu tindakan yang tidak etis untuk dilakukan, terutama dalam dunia kreatif. Sejumlah seniman atau merek ternama yang karya-karyanya terkait skandal plagiat biasanya mendapat sangsi sosial berupa kritik tajam. Beberapa bahkan harus menghadapi tuntutan hukum. Sayangnya skandal semacam ini sedang menerpa Rabbit Town, salah satu tempat wisata populer di Bandung.
Rabbit Town yang berada di Ciumbuleuit, Cidadap, Bandung sempat menjadi destinasi wisata baru yang dicari para penggila selfie. Pasalnya tempat ini memang memiliki banyak spot cantik untuk berfoto. Di dekatnya juga terdapat Rabbit Hole Bandung, sebuah kafe kekinian dengan desain interior cantik yang juga populer di kalangan anak muda.
Namun belakangan muncul dugaan jika desain dari Rabbit Town menjiplak karya dari seniman luar negeri. Kabar menghebohkan ini ikut disoroti oleh Kiswinar. Pria yang sebelumnya dikenal publik saat memperjuangkan posisinya sebagai anak kandung Mario Teguh membuat publik tersadar akan adanya dugaan plagiarisme tersebut.
Unggahan Kiswinar soal plagiarisme Rabbit Town ©2018 Instagram/kiswinar - Twitter/sobatindi3/jje
Kiswinar tampak mengunggah foto-foto tentang Rabbit Town yang diduga menjiplak instalasi seni karya Yayoi Kusama dan Chris Burden. Juga ada Museum of Ice Cream yang beberapa spot-nya mirip banget dengan Rabbit Town. Apalagi pihak pengelola tidak mencantumkan nama seniman yang membuat dan mengganti namanya.
Advertisement
Ternyata, postingan Kiswinar soal plagiat ini sampai ke Museum Of Ice Cream, mereka menyatakan akan menyampaikan kasus tersebut ke team legal. Sedangkan Instagram Rabbit Town sendiri saat ini memilih untuk menon-aktifkan kolom komentar mereka.
Unggahan Kiswinar soal plagiarisme Rabbit Town ©2018 Instagram/kiswinar - Twitter/sobatindi3/jje
Kiswinar berharap karya yang diduga hasil plagiat ini tidak menjadi ikon wisata Bandung. Dia juga 'menyenggol' Ridwan Kamil untuk memberikan tanggapan mengenai masalah ini.
Advertisement
Sampai saat ini memang belum ada pernyataan resmi dari manajemen Rabbit Town. Namun dugaan plagiat karya seni ini tak hanya ramai dibahas netizen Indonesia tapi juga telah menjadi headline di beberapa media luar negeri.
Semoga saja segera ada tindakan dari manajemen maupun pihak-pihak yang terkait. Tentunya kita tidak ingin nama Indonesia tercoreng dengan skandal semacam ini.