Keseluruhan katedral bawah tanah ini diukir dari batu garam

Gereja katedral ini dibangun di bawah tanah dengan memahat lapisan batu garam dari zaan purba. Baca selengkapnya.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Keseluruhan katedral bawah tanah ini diukir dari batu garam
Catedral de Sal de Zipaquira. ©2014 Merdeka.com/Wikimedia Commons/Novoaparra

Catedral de Sal de Zipaquira adalah sebuah gereja Katolik Roma yang berada di Kolombia. Terletak di dekat kota Zipaquira, katedral ini menampilkan arsitektur yang unik karena berada di bawah tanah. Gereja ini dibangun dengan memahat lapisan batu garam purba. Katedral yang terletak 200 meter di bawah permukaan tanah ini merupakan bukti kesabaran dan kegigihan para pendirinya, yaitu para penambang garam Zipaquira. Dilaporkan Atlas Obscura, pembangunan gereja ini dimulai pada tahun 1930-an oleh para penambang yang bermaksud membuat sebuah tempat peribadatan kecil tempat mereka bisa memanjatkan doa memohon keselamatan dalam pekerjaan. Pasalnya tugas mereka sebagai penambang garam di kedalaman bumi memang sangat berisiko. Sebagian dari arsitektur katedral telah dipahat terlebih dahulu oleh orang-orang Muisca yang sempat mendiami wilayah Zipaquira berabad-abad lalu.Pada tahun 1954 proyek pembangunan lebih lanjut dilakukan. Kali ini katedral dibuat lebih luas dan megah hingga menjadi katedral yang dipersembahkan bagi santo pelindung para penambang.

Photo by Wikimedia Commons/Remi Jouan

Photo by Atlas ObscuraSetelah diresmikan, gereja ini segera menjadi daya tarik bagi para jemaat dan wisatawan. Sayangnya katedral ini hanya beroperasi selama 36 tahun sebelum akhirnya pemerintah resmi menutupnya. Struktur batuan garam yang rapuh menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan runtuhnya bangunan gua.

Photo by Atlas ObscuraWalaupun begitu, pada tahun 1991 katedral kembali dibangun, kali ini dengan konstruksi yang lebih memadai. Tak hanya ruang untuk beribadah, gereja katedral ini juga dihiasi berbagai patung dan dekorasi yang menggambarkan tiga tahapan hidup Yesus Kristus. Nyaris semuanya dipahat dari batu garam mentah. Sekarang gereja yang bisa menampung 10.000 orang ini dikunjungi sekitar 3.000 pengunjung setiap akhir minggu.

Rekomendasi