Mendengar kata sayuran baby, mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah baby carrot atau baby corn. Sebenarnya ada banyak sayuran yang kini diproduksi dalam ukuran imut, antara lain brokoli dan bit.Bagaimana cara sayuran baby ditumbuhkan? Selain bentuknya, apa perbedaan mendasar sayuran mungil ini dengan sayur pada umumnya? Berikut ini Merdeka.com menyajikan fakta-fakta tentang sayuran baby yang perlu diketahui, dilansir dari The Huffington Post.
1. Dibudidayakan dengan Tiga Cara
Sayuran baby diperoleh dengan tiga cara. Cara pertama dengan memanen kultivar sayuran sebelum benar-benar dewasa (misalnya baby corn). Cara kedua dengan mengembangkan kultivar sayuran yang secara genetik akan menghasilkan sayur berukuran mungil (misalnya baby tomato dan baby carrot). Cara ketiga adalah lewat hasil panen sekunder yang biasanya memang berukuran lebih kecil daripada panen primer (misalnya baby broccoli).
Advertisement
Awalnya sayuran baby dibudidayakan untuk tujuan estetika. Sayuran dan buah berukuran mungil dinilai ideal untuk menghasilkan masakan yang sedap dipandang. Biasanya sayuran seperti ini disajikan dalam bentuk garnish (hiasan), hors d'oeuvres, atau campuran salad.
3. Baby Carrot di Pasaran Bukan Sayuran Baby
Kita sering salah membedakan baby carrot dan baby-cut carrot. Baby carrot adalah kultivar wortel yang memang berukuran kecil. Sementara baby-cut wortel adalah wortel biasa yang dipotong dan dikupas hingga menyerupai baby carrot. Biasanya wortel yang cacat bentuknya diproses ulang dengan cara ini agar tetap bisa dipasarkan.
Advertisement
Sayuran baby sering diberikan kepada bayi dan anak-anak karena rasanya yang lebih ringan. Umumnya baby carrot, baby corn, dan baby broccoli memiliki cita rasa yang lebih manis dan tidak langu seperti sayuran biasa.
5. Kandungan Nutrisi Tak Berbeda Jauh
Sayuran baby memiliki kandungan nutrisi yang relatif sama dengan sayuran biasa, hanya saja persentasenya lebih kecil.
Advertisement
Sayuran biasa lebih tahan terhadap perubahan suhu. Sementara sayuran baby lebih mudah membusuk atau berubah warna. Untuk itu, biasanya sayuran baby dikemas dengan sedikit tambahan air dan harus disimpan dalam suhu yang tepat.
7. Direndam Klorin untuk Membunuh Bakteri
Sayuran baby biasanya direndam dalam larutan chlorine dan air terlebih dahulu. Tujuannya untuk membunuh kuman dan bakteri di permukaan sayuran. Namun pencucian ini dinilai tak membahayakan oleh Food and Drug Administration. Konsentrasi chlorine yang digunakan jauh di bawah ambang batas kewajaran.Itulah beberapa fakta penting tentang sayuran baby yang perlu diketahui. Semoga informasi di atas berguna untuk Anda.