Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diedit bareng gambar kekejaman Nazi, foto-foto turis Holocaust Memorial jadi seram

Diedit bareng gambar kekejaman Nazi, foto-foto turis Holocaust Memorial jadi seram Foto-foto editan turis Holocaust Memorial oleh Saphira Shahak. ©2018 Petapixels

Merdeka.com - Holocaust Memorial atau Monumen Holocaust merupakan salah satu situs yang dibangun pemerintah Jerman untuk mengenang zaman holocaust, pembantaian Nazi terhadap kaum Yahudi, LGBT, pemeluk agama, dan ras non-Arya. Situs tersebut berlokasi di ibukota Berlin, tepatnya di dekat gedung DPR Jerman. Titik tersebut juga merupakan bekas pusat pemerintahan Adolf Hitler.

Bagi kamu yang belum mengetahui perihal Holocaust Memorial atau Monumen Holocaust, pasti setidaknya pernah mendengarnya dari insiden holocaust Syahrini. Holocaust Memorial menjadi tempat destinasi untuk mengenang rasa sedih terhadap pembantaian kala itu. Karena itu situs ini termasuk jenis dark tourism, destinasi wisata kelam untuk mengenang suatu kejadian memilukan di masa lalu.

Namun pada kenyataannya banyak publik yang datang ke Monumen Holocaust untuk bersenang-senang. Bukannya mengenang rasa sedih, mereka malah berfoto bahagia di sana. Bahkan ada juga yang berfoto di atas tiang beton yang sebenarnya tidak diperbolehkan untuk dinaiki.

holocaust memorial berlin

Holocaust Memorial Berlin © Getty Images

Bahkan hal tersebut juga dilakukan oleh salah satu artis asal Indonesia, Syahrini. Dalam rangka liburannya ke Jerman, ia berkunjung ke tempat-tempat ikonik di Jerman. Salah satunya Monumen Holocaust.

Ia tampak begitu menikmati kunjungannya tersebut. Yang menjadi perbincangan warganet adalah ucapannya kala itu. "Foto bisa ya? Bagus ya, di tempat Hitler bunuh-bunuhan dulu," ujar Syahrini dengan santai. Sontak hal ini menimbulkan banyak respon negatif.

Memang banyak turis yang melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Di mana sebuah tempat tersebut dijadikan sebuah peringatan mengerikan. Malah yang ada banyak turis yang berfoto ceria dan dianggap tidak sopan.

Hal itulah yang membuat Shapira Shahak menentang kejadian tersebut. Shapira adalah seorang satiris yang tinggal di Berlin, Jerman. Rumahnya tak jauh dari monumen tersebut.

foto foto editan turis holocaust memorial oleh saphira shahak

Foto-foto editan turis Holocaust Memorial oleh Saphira Shahak ©2018 Petapixels

foto foto editan turis holocaust memorial oleh saphira shahak

Foto-foto editan turis Holocaust Memorial oleh Saphira Shahak ©2018 Petapixels

Seperti yang dilansir petapixel.com, Shapira mengumpulkan berbagai foto turis yang berkunjung ke Monumen Holocaust. Kemudian ia mengeditnya ulang ke dalam bentuk foto-foto historis. Dan mengejutkannya, hasil editan tersebut malah tampak mengerikan.

foto foto editan turis holocaust memorial oleh saphira shahak

Foto-foto editan turis Holocaust Memorial oleh Saphira Shahak ©2018 Petapixels

foto foto editan turis holocaust memorial oleh saphira shahak

Foto-foto editan turis Holocaust Memorial oleh Saphira Shahak ©2018 Petapixels

Tujuan dari Shapira ini untuk menunjukkan perspektif berbeda untuk ke semua turis yang melakukan foto narsis dan konyol di sana. Hasil editan tersebut ia unggah ke dalam website miliknya. Tak disangka, foto tersebut menjadi viral dan banyak netizen yang mengunjungi halaman website tersebut.

Aksi ini mendapat dukungan dari banyak orang, baik yang memiliki darah Yahudi atau tidak. Netizen yang bukan warga Jerman pun menyuarakan agar Holocaust Memorial diziarahi dengan takzim, layaknya sebuah memorial untuk jutaan korban tak bernama yang bahkan tak diketahui rimbanya.

Sumber: KapanLagi.com

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP